Catatan Bunda Iin

  • Psikologi / Parenting /
    27 Jan 2017

    Tips Mempertahankan Peran Orangtua

    Menjadi orangtua itu tak ada sekolahnya. Itu pendapat hampir semua orang, juga saya. Secara alamiah, manusia mengalami proses menjadi orangtua. Suka atau tidak, mau atau tidak mau. Proses itu terjadi setelah manusia menjadi dewasa dan mengenal pasangan. Tapi, menjadi orangtua tak pernah ada kata berhenti untuk belajar. Ilmunya memang tak bisa diperoleh dalam satu bidang tertentu saja. Untuk menjadi orangtua yang baik, tak hanya harus memahami teori namun juga langsung praktek. Ada fakta menarik dari orangtua zaman sekarang yang saya bandingkan dengan orangtua zaman dulu, sekaliber mertua yang anak termudanya sudah akhir 20an. Ada satu perbedaan besar, orangtua zaman dulu tidak bersaing peran dengan teknologi. Sementara orangtua zaman kini justru sebaliknya. Walaupun teknologi membantu m
  • Pendidikan /
    11 Aug 2016

    Jika Full Day School Dilaksanakan

    Wacana Full Day School yang dilontarkan oleh Menteri Pendidikan yang baru cukup menghebohkan masyarakat umum. Memang masalah pendidikan hanyalah satu dari sekian banyak masalah penting lainnya yang harus dibenahi, tetapi karena wacana ini berarti mengubah sebuah budaya maka tak heran respon pro dan kontra bermunculan. Untuk memutuskan opini pro atau kontra, kita harus melihat dari berbagai sudut pandang terlebih dahulu. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan Pemerintah ini sebelum memutuskan melakukan perubahan budaya dengan Full Day School. Hal pertama dan utama yang dipertimbangkan adalah anak-anak itu sendiri. Sebagai pelajar dan siswa, anak-anaklah yang akan menjalani program tersebut apabila benar-benar  dilaksanakan.  Sayangnya, setahu saya sebagai pemerhati anak-anak,
  • Psikologi / Parenting /
    9 Feb 2016

    Anak dan Dunia Yang Kulindungi

    Belakangan saya melihat kepanikan para orangtua muncul, takut anak-anak mereka mengalami hal-hal mengerikan seperti yang diberitakan di televisi. Beberapa sahabat bahkan meminta tips pada saya bagaimana mengatasi agar mereka bisa melindungi anak-anak mereka. Mereka bahkan meminta diajari caranya dengan detail. Satu yang saya tahu… sekolah menjadi orangtua itu tak ada. Tapi setiap hari, sejak kita menjadi ibu atau ayah, kita sedang belajar sebagai orangtua. Kita akan belajar dari pengalaman pribadi bahkan mungkin dari teman-teman. Tapi pengalaman itu tak selalu sama, dan tak selalu harus kita alami. Pentingnya belajar dari pengalaman itulah, yang membuat saya jarang menulis tentang anak-anak secara ilmiah meski basic pendidikan saya adalah psikologi. Saya lebih suka menuangkan pengal
  • Serial : I Wanna Be Emak / Parenting / Cerpen Remaja / Cerpen Anak /
    30 Jan 2016

    I Wanna Be Emak : Walau Hanya Hobi

    Jemari Emak sibuk menggambar garis-garis simetris membentuk gambar infografis yang ia mau. Walaupun tampak jelek, Emak tak peduli. Ia hanya ingin memberi gambaran kepada Ningsih dan Fadil, dua karyawan baru di bagian creative yang sedang di-trainingnya. “Nanti kamu kasih shadingnya di sini, di sini dan di sini,” kata Emak sambil terus menggambar. “Terus gimana caranya saya buat kotak ini supaya ngelipat gitu, Bun?” tanya Fadil. Kali ini Ningsih yang menjawab, “ya tinggal diwarp aja kan, Bun?” Emak hanya mengangguk kecil. Lalu setelah selesai, Fadil mengambil alih tempat duduknya dan Emak berdiri di belakang. Sesekali ia memberi instruksi dengan menunjuk layar berukuran 14 inch itu. Sesekali Ningsih dan Fadil bertanya, terkadang Emak yang menjawab,
  • Gaya Hidup / Pendidikan / Parenting / Psikologi /
    13 Oct 2015

    Parenting : P R I V A S I

    Suatu kali, Kakak bertanya pada saya “Mak, why do you trust me?” Spontan saya menjawab. “Because you trust me.” Kakak tertawa dan menganggap jawaban itu hanyalah candaan seperti biasa. Apalagi terdengar seperti syair lagu. Maka saya pun balik bertanya, “Then why don’t you lie to me?” “Because you never lie to me,” jawab Kakak cepat. Kali ini kami sama-sama tertawa. Tertawa karena ini jadi benar-benar seperti sebuah syair lagu. Tapi sesungguhnya, saya merasakan inilah buah dari kerja keras selama ini. Meletakkan kepercayaan sebagai dasar hubungan antara saya dengan si putri pertama adalah target penting pertama dalam hidup seorang Emak seperti saya. Hubungan kami memang tak seperti kebanyakan ibu dan anak lain. Di lingkungan sosial kam
  • Serial : I Wanna Be Emak /
    8 Jul 2015

    MENGENAL SUARA-SUARA HEWAN

    Suatu sore ketika Emak tengah duduk-duduk sambil membaca majalah wanita terbaru, tiba-tiba Ade yang baru saja membongkar kotak mainannya mendekat. “Mak, ini apa?” tanya Ade sambil mengacungkan sebuah mainan. Emak menoleh. “Ooh, itu piano mainan bekas Kakak dulu. Sudah rusak, Neng. Sudah tidak bisa bunyi lagi,” jawab Emak. Piano itu terdiri dari beberapa tuts nada dasar di bagian bawah, sementara di atasnya ada beberapa tuts berbentuk hewan seperti bebek, ayam, burung, kucing, anjing dan bahkan katak. Dulu ketika masih bisa berbunyi, tuts-tuts berbentuk hewan itu berbunyi seperti suara hewan. Jadi jika menekan kucing maka yang terdengar ‘meong’ dan begitu pula yang lainnya. Ade diam saja, tapi rasa penasarannya belum hilang dan ia tetap menekan-nekan tut
  • Parenting /
    22 Dec 2014

    5. Belajar Dengan Main, Mengerti Dengan Komunikasi

    Seorang Ibu hanya tak cukup membangun hubungan dengan memberi anaknya kasih sayang dan perhatian untuk memenuhi kebutuhan primernya. Ada banyak hal yang harus diajarkan sekaligus untuk menjadi mediasi komunikasi antara mereka. Komunikasi yang lancar akan memudahkan seorang Ibu menjalankan fungsinya sebagai orangtua, pendidik sekaligus sahabat sejati anak. Hanya kadang, kita lupa satu hal. Anak selalu suka dengan kata main. Buat mereka hal itu sangat menarik melebihi apapun. Meski Ibu dan Ayah marah, tak masalah selama kata main tak dipisahkan dari mereka. Karena itu, pakailah selalu cara belajar dengan bermain. Cara itu selalu berhasil sampai kapanpun. Anak di usia apapun, tetaplah seorang anak. Main selalu jadi tema menarik untuk mereka. Mengapa tidak mengajarkan bernyanyi kalau syair l
  • Pendidikan / Parenting /
    22 Dec 2014

    1. Membangun Sabar

    Sikap sabar dibangun dan diawali dengan proses pendewasaan diri. Semakin dewasa sikap seseorang menghadapi masalah, maka semakin baik ia mengaplikasikan kesabaran dalam menyelesaikan masalahnya. Pendewasaaan diri sendiri dibangun dengan memberikan rasa percaya pada kemampuan diri sendiri sebagai dasar penting. Percaya diri akan menjadi jalan terbaik menuju pendewasaan diri, karena semua solusi akan masalah bisa ditemukan. Lalu bagaimana membangun rasa percaya diri itu? Tentu saja dengan pengalaman dan pengetahuan. Penting buat semua Ibu, baik yang bekerja ataupun tidak, untuk tetap terus belajar baik dari pengalaman yang ia miliki ataupun pengalaman dari orang-orang di sekitarnya. Sedangkan memperkaya pengetahuan bahkan untuk sesuatu yang amat sangat simple juga wajib dilakukan secara kon
  • Parenting /
    22 Dec 2014

    2. Tidak Lapar, Tidak Lelah dan Tidak Mengantuk

    Tiga hal itu selalu menjadi tips saya tiap kali seseorang bertanya bagaimana membuat ketiga anak saya tampak tenang dan jarang rewel. Mungkin sebagian berpikir tiga hal itu ditujukan hanya untuk anak-anak, tapi buat saya tidak. Tiga hal itu juga berlaku buat si Ibu. Utamanya malah harus si Ibu, karena Ibu yang lelah, kurang tidur dan lapar biasanya cenderung cepat marah dan kurang sabar. Kebiasaan menjaga tiga faktor tersebut bisa dijalani jika seorang Ibu menjalani hidup dengan disiplin. Disiplin makan, tidur dan istirahat. Kelak kebiasaan ini juga akan menulari anak-anak dan mungkin suaminya. Makanya ada istilah bahwa Ibu adalah pilar rumah tangga. Sedangkan kalau sedang berdiet atau menjalani puasa, seorang Ibu harus membuat solusi atau trik sendiri jika anak berlaku buruk atau rewel a
  • Parenting /
    22 Dec 2014

    10 Tips Enjoy To Be A Mom

    Kata orang, sabar itu ada batasnya. Tapi membangun sabar juga tak semudah mengatakannya. Mungkin bukan sabar yang berbatas. Tapi kitalah yang belum mampu mengasah sabar dengan baik. Menjadi Ibu amat sangat menuntut seorang perempuan agar bisa menjadi sosok paling sabar di dunia. Karena tingkat kesulitan mengasah sabar itu sangat tinggi, maka nilai seorang Ibu begitu tinggi di hadapan manusia manapun di dunia. Terlepas dari pengetahuan saya tentang sabar di dunia psikologi, saya lebih suka membahasnya dari sisi pengalaman menjadi ibu. Sebagai wanita, kita tak tercipta menjadi orang yang secara otomatis menjadi Ibu yang sudah pasti nanti sabar saat memiliki anak. Waktu yang kemudian membuktikan kita akan menjadi sosok yang sabar atau tidak. Jika seorang Ibu bisa sabar menjalani tugas dan k

KONTAK

BUNDA IIN AJID

Blogger, Istri Aa Ajid, Emak si Trio - Kakak (15), Abang (12) & Adek (8). 

Mau baca tulisan yang lain? Cek blog lainnya: Iinajid.comDiarybundaiin dan Ruang Cerita

Tulisan Terbaru

Komentar

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia