Catatan Bunda Iin

  • Psikologi / Spiritual /
    4 Jan 2017

    Ujian Sesungguhnya

    Setelah seminggu, akhirnya ruang keluarga ini kembali dipenuhi seluruh anggota keluarga. Suami, aku dan ketiga anakku duduk bersama menikmati sepiring pisang goreng bersalut coklat dan keju. Abang berbaring di sofa bed dengan wajah yang masih belum sepenuhnya segar seperti biasa, Kakak duduk menonton sambil memainkan rambut ikal mayangnya. Sementara Ade bergelayutan di pundak Ayahnya. Pemandangan ini hilang selama seminggu. Kami harus bergantian menjaga Abang yang sakit keras dan harus dirawat. Hanya berdua tanpa ingin merepotkan saudara yang lain, kami menjalani ujian itu dengan ikhlas. Tapi… ada segelintir rasa kesal menyelimuti kalbuku sejak putra kami pulang. Bukan karena amburadulnya agenda kerjaku atau bergunungnya pekerjaan di rumah karena kami harus meminggirkan semua uru
  • Psikologi / Parenting /
    24 Nov 2014

    Membandingkan Anak, Baik atau Buruk?

    Ini adalah salah satu kasus psikologi tentang anak yang ditulis seorang psikolog. Kasusnya cukup menarik, dan memang sering terjadi di sekitar kita. Semoga bermanfaat.   Sebagai orang dewasa, kita mungkin tak berpikir bahwa kadang-kadang kita menjadi orang yang egois. Kita berpikir seakan-akan mengenal seseorang dengan baik, apalagi kalau dia hanya seorang anak. Kita mengira bahwa pendapat kitalah yang paling benar. Padahal, hal itu tak selalu benar. Sebagai orang dewasa, kita juga bisa salah. Terutama dalam memperlakukan anak-anak. Kadang-kadang pula, sebelum bertemu orang atau anak yang diceritakan, kita sudah lebih dulu menghakimi mereka sesuai dengan apa yang diceritakan orang lain pada kita. Pada kasus anak remaja bermasalah yang baru-baru ini diberitahukan ke saya, saya menem
  • Cerpen Keluarga /
    28 Oct 2014

    Mark Up Harga atau Dosa

    Ting! Suara pesan BBM masuk terdengar dari ponselku. Ponsel berbungkus casing warna merah hati itu pun kuambil dari dalam tas. Boss, Cek rekening ya! Gumawo!! Pesan itu sungguh aneh. Hah? Rekening? Mengapa aku harus mengecek rekeningku? Meski aku memutar kembali obrolan antara aku dan Wina, tak terpikir sedikitpun ada obrolan tentang uang atau rekening. Tanganku cepat-cepat mengetikkan pertanyaan dalam kepalaku ke keypad ponsel. Rekening? Untuk apa, Mba? Aku menunggu dengan bingung. Masih sibuk mengingat-ingat kejadian beberapa hari terakhir. Ting! BBM balasan masuk. Kubuka dengan tidak sabar. Aah, itu loh hasil penjualan baju kemarin. Kan harganya udah gw MU sesuai kesepakatan. Nah bagian lo udah gw transfer. Jangan lupa entar sore semua pengurus mo makan-makan. Lo hadir ya. Dadaku sera
  • Gaya Hidup /
    15 Apr 2014

    Bukan Semata Karena Gaji

    “Berapa gaji lo kerja di situ? Enak gak kerjanya?” “Tawarannya lumayan tuh, mbak. Pokoknya aja di atas 3, udah terima aja! Di atas standar.” “Pantas aja lo terima, gajinya lumayan sih di situ.” Pernah mendengar kata-kata itu? Buat karyawan, buruh dan orang-orang yang numpang hidup dengan bekerja pada orang lain, tentu saja percakapan seperti itu tidaklah asing. Setidaknya buat saya, setiap kali ada teman atau ketika saya pindah atau resign karena tawaran pekerjaan lain, percakapan seperti itu selalu saja terjadi. Padahal memilih pekerjaan bukan hanya semata karena besarnya gaji yang diterima, apalagi semenjak adanya standar baku gaji perkotaan yang telah diatur sedemikian rupa hingga ke bidang atau jenis pekerjaan dan usahanya. Biasanya pengusaha besa
  • Cerita Pendek /
    7 Mar 2014

    Jari Yang Terluka

    Setengah jam lebih, kami berbicara sambil menghabiskan daging yang dimasak cukup matang dan disajikan bersama saus barbekyu dan kentang goreng. Untung ada teman makan siang, kalau tidak mungkin aku akan melewatkannya seperti biasa. Aku suka mengajak Lika makan bersama. Tiap kali melihatnya makan, aku jadi ingin makan juga. Dia menikmati makanannya seperti makan untuk yang terakhir kalinya. Pelan menikmati setiap suapan dengan baik. “Enak?” tanyaku penasaran, ketika ia mengunyah kentangnya pelan-pelan. Lika mengangguk. “Iya, makanlah. Steakmu udah dingin!” Aku menghembuskan nafas. Ah, meski tadi ingin sekali makan tapi ada sesuatu dalam hatiku yang sedang berkecamuk tak berhenti sejak kemarin dan inilah penyebab utama mengapa aku mengajak Lika. “Aku dapat
  • Sosial Politik /
    26 Jan 2014

    Menjadi Manusia Pilihan (Di Balik Musibah)

    Membahas banjir dan bencana yang berkali-kali menyinggahi Indonesia akhir-akhir ini takkan ada habisnya. Sinabung yang sudah berbulan-bulan muntah-muntah, memaksa banyak orang mengungsi entah sampai kapan. Kampung-kampung yang masih tergenang air, pedesaan dan sawah-sawah yang tenggelam, semuanya tak ada yang bisa menjawab kapan akan berakhir. Cuaca hari ini cerah, tapi besok siapa yang tahu. Bahkan ribuan garam yang ditaburkan pun tak bisa menghentikan kuasa Allah SWT. Buat sebagian orang, seperti saya yang terbebas dari terjangan banjir, yang tak merasakan kepulan debu menyesakkan atau tinggal berhimpit-himpitan di tenda yang dingin dan lembab, semua bencana itu tidaklah berarti apa-apa. Bahkan yang membuat saya menjadi sedikit miris. Semakin banyak orang yang justru senang melihat be
  • Cerita Umum / Cerita Pendek /
    16 Apr 2012

    Tak Jadi Berlibur

    Godaan untuk segera mengangkat telepon dan menghubungi agen travel sangatlah besar, apalagi ketika melihat angka-angka yang tertera di buku tabungan itu. Helaan nafas berulang kali tetap tak bisa membohongi perasaanku yang gundah. Kekecewaan yang akan kulihat di wajah-wajah orang-orang tercintaku saat aku menyampaikan berita itu sudah bisa kubayangkan. Sudah tiga tahun terakhir ini kami membangun mimpi dan mengumpulkan sedikit demi sedikit uang untuk ditabung. Perjalanan liburan kali ini memang berbeda, karena tak cuma kami sekeluarga yang akan berangkat tapi juga kedua orangtua kami. Setelah bertahun-tahun, baru kali ini aku memiliki kesempatan mengajak mereka semua. Selama ini selalu ada saja yang menghalangi. Kalau bukan karena kesibukan kami semua, sulitnya menyatukan hari di mana kam
  • Cerpen Keluarga /
    24 Mar 2012

    Memaafkan

    I Miss you, Daddy! Tulisan itu lagi yang tertulis di buku diari putriku. Ah, tak enak rasanya melihat kata-kata itu begitu sering muncul di diarinya belakangan ini. Dia memang tak tahu kalau aku sering memeriksa diarynya. Mencari tahu isi hatinya yang sering tersembunyi di balik kebisuan dan ketertutupan yang sama persis seperti si Papa. Apalagi sejak perceraian memisahkan aku dan Papanya, Kirana menjadi semakin introvert. Perceraian. Mungkin itulah kesalahan kami pada Kirana. Tak seharusnya kemarahan membuat kami mengorbankan putri kami satu-satunya. Kami menganggap Kirana tak cukup penting untuk ikut mengambil keputusan penuh emosional saat itu. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Kami bercerai saat Kirana baru masuk SMP, setelah berbulan-bulan pisah rumah, bertengkar setiap kali bertem
  • Cerita Pendek /
    26 Sep 2011

    Arti Ayah untuk seorang Gadis kecil

    Aku mendapatkan dari status facebook dan terusterang ini membuatku terharu. Seharusnya kisah ini dalam bahasa Inggris tetapi aku lebih suka mengartikannya dalam bahasa kita, karena putriku harus ikut membacanya agar ia tahu betapa beruntungnya ia masih memiliki ayah. Gadis kecil itu sedang bersiap-siap ke sekolah, ia menghabiskan sarapan paginya penuh semangat. Hari ini adalah hari dimana ia harus berbicara tentang ayah. Ibu kelihatan kuatir karena tahu apa yang hadapi putrinya nanti. Ia berbisik agar si kecil yang ceria tak usah masuk sekolah saja hari ini, tetapi si anak berkuncir dua itu hanya tertawa dan berkata ini’”ini kesempatan memberitahu teman-temanku siapa sebenarnya ayahku, ibu” Mereka tiba di ruang pertemuan sekolah. Ruangan itu ramai dengan para ayah yang m
  • Pernikahan /
    16 Sep 2011

    Keinginan Istri

    Sebagai seorang ibu rumah tangga, pernahkah kau merasa hampa?? Seorang sahabat pernah datang padaku, dia tak menangis juga tak tampak marah. Tapi matanya yang sayu seakan menggambarkan keadaan dirinya. Tanpa emosi berarti, ia curhat padaku perlahan-lahan namun sarat dengan masalah. Ia kelihatan lelah dengan hidupnya sendiri. Ia menikah lebih dari 15 tahun, ibarat sebuah pohon maka rumah tangga mereka telah memiliki akar yang kuat. Ia tahu betapa banyak yang ia dan suaminya korbankan untuk perkawinan mereka. Ketidaksetujuan orangtua suami atas dirinya, membuat sang istri selalu berusaha menjadi istri terbaik untuk suaminya. Istri yang memilih menikah di usia yang muda, mengorbankan karier yang begitu cemerlang demi memperbaiki hubungan dengan keluarga sang suami. Meskipun ia telah menunj

KONTAK

BUNDA IIN AJID

Blogger, Istri Aa Ajid, Emak si Trio - Kakak (15), Abang (12) & Adek (8). 

Mau baca tulisan yang lain? Cek blog lainnya: Iinajid.comDiarybundaiin dan Ruang Cerita

Tulisan Terbaru

Komentar

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia