Catatan Bunda Iin

  • Kenangan / Cerpen Remaja / Cerita Pendek /
    23 May 2017

    Album Foto Kenangan Sahabatku

    Album Foto Kenangan Sahabatku Suara ponsel tiba-tiba terdengar nyaring memecah keheningan. Aku menatap putriku, dan ia dengan sigap mengambilkan ponsel yang sedang di-charge itu. Begitu ia menyerahkannya, aku langsung melirik nomor yang tertera. Tak ada nama atau foto yang muncul, hanya sederet nomor yang baru kulihat. Dengan penuh tanda tanya, kutatap lama layar monitor ponsel. “Kenapa Ma? Gak kenal?” tanya putriku. Aku mengangguk dan menyerahkan kembali ponsel itu padanya. Kali ini putriku tak menunggu, ia menggeser tombol hijau di layar untuk menerima. Lalu ia berjalan keluar, keluar dari ruang kerjaku sambil bicara. Aku tak lagi peduli, memilih untuk melanjutkan pekerjaan. Tak sampai lima menit, putriku kembali. Telepon telah ditutup. “Ma, itu tadi nama Ineke. Kata
  • Cerita Pendek /
    17 Mar 2017

    Ponsel Tua Yang Hilang

    “Sebentar, saya masukkan dulu nomornya? Berapa tadi, San?” tanya Pak Hendra, sambil menekan-nekan tombol ponsel. Aku mengulang sekali lagi sambil tertawa kecil. Kulirik ponsel kecil mungil berwarna putih kusam di tangannya. Heran sih, kenapa ponsel keluaran sepuluh tahun lalu itu masih dipakai seorang Direktur Marketing. Ponsel yang hanya bisa dipakai untuk menelepon, menerima telepon, dan sms saja. Padahal gara-gara ponsel kunonya aku sering kerepotan. Beberapa kali aku bilang pada Pak Hendra, untuk menggunakan ponsel pintar. Setidaknya dia tidak perlu repot mencatat informasi penting yang disampaikan klien via telepon, tinggal rekam dan masalah selesai. Ia bisa menerima telepon dalam keadaan apapun. Yang terjadi sebaliknya, saat menyetir dan tiba-tiba ada klien menelpon, P
  • Cerita Pendek /
    19 Dec 2016

    Treasured Memories

      Duduk dalam diam seperti ini sering mengingatkanku padanya. Tak pernah sekalipun ia biarkan aku merenung sepi sendirian seperti ini, kalau ia melihatnya. Setiap kali aku duduk dalam diam, ia akan mendekatiku dan memelukku tiba-tiba sambil tertawa lebar. “Vitamin sepi,” katanya tiap kali melakukan itu padaku. Dia, memang seseorang yang tak pernah berhenti untuk membuatku tertawa. Memang, beberapa kali ia marah padaku. Tapi itu tak membuatnya berhenti membuatku tertawa. Tiap kali ia marah, ia akan langsung meluapkan dan aku hanya bisa diam. Karena ia tampak mengerikan seakan-akan seperti bom yang meledak. Hanya saja, itu semua akan berlalu dengan cepat. Begitu ia selesai menyemprotkan api kemarahan di dadanya, maka semuanya akan lenyap seketika dan sisi menyenangkannya a

KONTAK

BUNDA IIN AJID

Blogger, Istri Aa Ajid, Emak si Trio - Kakak (15), Abang (12) & Adek (8). 

Mau baca tulisan yang lain? Cek blog lainnya: Iinajid.comDiarybundaiin dan Ruang Cerita

Tulisan Terbaru

Komentar

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia