Catatan Bunda Iin

  • Cerita Pendek /
    13 Jun 2017

    Al Qur'an yang Usang

    Panas menyengat tak diindahkan oleh Ummi Syifa. Ia terus berjalan dengan bergegas menaiki tangga demi tangga hingga ke lantai empat. Suasana sudah sepi, sepanjang lorong lantai empat sudah tak ada lagi murid-murid yang berkeliaran. Bel masuk sudah terdengar sejak sepuluh menit yang lalu dan Ummi Syifa terlambat karena tadi ia harus menemui Kepala Sekolah. Pikiran Ummi sedang bercabang. Kabar yang ia dengar sungguh mengejutkan. Tapi saat ini ia harus mengajar dan ia tak mungkin meninggalkan murid-muridnya begitu saja. Apapun yang terjadi, Ummi ingin tetap tenang. Ummi tiba di depan pintu kelas 7, satu helaan napas keras terdengar sebelum ia berdehem dan mengucap salam sembari membuka pintu, “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.” “Wa’alaikum salam wa
  • Psikologi / Review / Gaya Hidup /
    23 Jan 2017

    Food Delivery Ojek Online yang Telat

    Pernah mencoba food delivery yang sekarang marak ditawarkan oleh provider ojek online? Hari itu, saya ingin mencobanya. Sekalian ingin memberi review non payment yang netral, maka saya pun mencoba dua provider ojek online selama dua minggu berturut-turut. Saya tidak bisa melakukan selama dua kali dalam seminggu karena ada aturan di rumah kami kalau hanya boleh makan dari luar seminggu sekali. Itupun hanya boleh dilakukan ketika saya benar-benar tidak sempat atau sedang punya kerjaan yang tak bisa ditinggalkan. Minggu pertama, saya berniat memesan untuk makan malam saja. Hari itu, saya harus ke kantor menyetor pekerjaan bersama putri bungsu yang selalu ikut. Sementara anak-anak yang lain baru pulang menjelang sore karena kegiatan ekskul sekolahnya masing-masing bersama suami. Tiba di rumah
  • Cerita Pendek /
    7 Oct 2011

    Kisah inspirasi untuk para istri dan suami

    Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki : Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri. Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka. Ketika men

KONTAK

BUNDA IIN AJID

Blogger, Istri Aa Ajid, Emak si Trio - Kakak (15), Abang (12) & Adek (8). 

Mau baca tulisan yang lain? Cek blog lainnya: Iinajid.comDiarybundaiin dan Ruang Cerita

Tulisan Terbaru

Komentar

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia