Catatan Bunda Iin

  • Kenangan / Parenting / Cerpen Remaja /
    10 Aug 2017

    Tatapan Yang Merindukan

    Mal tak terlalu ramai hari Minggu itu. Mungkin karena kami datang saat masih pagi. Aku tak terlalu suka keramaian, jadi kupilih pagi hari setiap kali berkunjung ke Mal. Di pagi hari seperti ini, hanya ada para penjual di counter-counter yang sibuk menyiapkan dagangannya. Satu dua orang yang berlalu lalang, hanya sedikit yang benar-benar pengunjung. Sisanya adalah karyawan atau karyawati dari jajaran toko dan restoran yang memenuhi mal itu. “Ma, kita makan dulu atau langsung nonton?” tanya putriku. Telunjukku menunjuk ke atas, “Nonton aja dulu. Kan baru sarapan. Kita beli milkshake aja gimana?” Putriku mengangguk setuju. Seperti biasa, tangannya menyelip menggenggam tanganku. Di rumah, kami jarang melakukan seperti itu. Kebiasaan saja. Tadinya untuk keamanan dirin
  • Pendidikan / Parenting /
    10 Mar 2017

    Permainan Yang Mematikan

    Belakangan ponsel saya dibanjiri video anak-anak yang sedang bermain Skip Challenge. Banyak orangtua bertanya cara mencegah anak-anak mereka bermain permainan berbahaya itu. Padahal saya sendiri sudah tahu soal permainan sejak bulan Oktober 2016, ketika dilakukan oleh teman dari salah satu anak saya. Saat itu, beberapa orangtua sampai harus datang ke sekolah dan hampir semuanya meminta agar pihak sekolah mengawasi anak-anak dengan lebih tegas. Untungnya pihak sekolah memang sangat tegas, bahkan sampai menerapkan aturan baru yang sebenarnya menambah tugas para guru di sekolah tapi mengurangi kekuatiran orangtua. Saya tak menyangka kalau permainan ini ternyata telah menyebar, hingga dibuat video viral. Video itu sebenarnya bagai dua mata pisau, yang satu karena bisa membuat mata para guru
  • Cerita Pendek /
    26 Dec 2016

    Ibuku Hanya Seorang Guru

    Lembaran kertas berukuran A4 di hadapanku sudah selesai kubaca. Sahabatku Dion tampak harap-harap cemas menunggu pendapatku. Kuangkat wajah dan mengangguk. “Sudah, sudah bagus. Bagus banget malah.” “Ah, syukurlah, Mi. Gue gak peduli menang atau engga, yang penting ga malu-maluin Enyak gue,” ujar Dion seraya mengambil lembaran itu dan memasukkannya dalam map. “Tulisan lo keren kok, Yon. Enyak lo pasti bangga anak badungnya bisa nulis sekeren itu,” godaku. Dion terkekeh-kekeh. “Lo juga suka gue kan? Badung tapi keren.” “Jijaaay!!!” Bola kertas yang tadi berada di atas mejaku melayang terbang menuju Dion. Sayang, orang yang kutuju itu sudah lari ke luar kelas. Hanya suara tawanya yang masih terdengar membahana di teras kelas. Menj
  • Cerita Pendek /
    22 Nov 2016

    Aku Menunggumu, Ibu

    Dari atas lantai tiga, aku berdiri menatap ke bawah. Ada beberapa tenda putih berdiri di bawah sana, beberapa murid berdiri bergerombol di tenda-tenda itu. Yang lain duduk-duduk di selasar kelas-kelas yang berada di lantai dasar. Itu kelas-kelas para seniorku di kelas 12. Canda tawa terdengar di sana sini, di antara para murid yang duduk-duduk berkumpul itu. Ada yang berada di bawah pohon besar nan rindang, ada yang duduk di sebelah panggung dan yang lain sekedar berpapasan lalu mengobrol sejenak dengan teman-temannya. Suara dari pengeras suara terdengar lagi. Pengumuman lagi. Setelah itu, teman-teman di kelasku berlarian keluar. Tawa dan pekik riang mereka mengiringi kehebohannya saat menuruni tangga menuju lapangan tempat tenda-tenda itu berdiri. Namun, sepertiku, ada beberapa murid yan
  • Pendidikan / Parenting / Cerpen Remaja / Cerpen Keluarga / Cerpen Anak /
    28 Aug 2016

    I Am Her Everything

    Lembaran kertas terakhir keluar dari mesin cetak. Aku memeriksanya sebentar sebelum menghembuskan napas lega. Akhirnya selesai sudah tugasku. Setelah merapikannya, aku hanya tinggal menyerahkan pada Pak Darma dan voila… tinggal menunggu hasil kerjaku ditransfer akhir bulan ini. Senang rasanya membayangkan wajah putriku nanti saat menerima tablet baru yang kubelikan nanti. Dia takkan kesulitan lagi memandangi layar ponselnya yang kecil mungil hanya untuk mencari informasi atau belajar secara online. Anakku memang tak pernah mengeluh, tapi melihat ia menunduk dan mendekatkan matanya sampai hampir menempel, aku tak tega. Cring Cring Cring Suara bbm masuk mengalihkan fokusku. Aku meraih ponsel dan mengeceknya. Mah, Lgi dmn? Ah dari putriku. Bahasa planet begitu pasti dari dia. Aku meng
  • Gaya Hidup / Psikologi / Pendidikan / Parenting /
    17 Jul 2016

    Persiapan Hari Pertama Masuk Sekolah

    Besok hari pertama masuk sekolah. Tapi tidak buat dua anak saya karena hari Sabtu kemarin mereka telah masuk sekolah. Tepatnya untuk memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah mereka yang baru. Di hari pertama itu, saya dan suami harus berbagi tugas. Saya mengawal si putra dan suami mengantar si putri. Sebenarnya bukan kebiasaan kami berdua ikut-ikutan menunggui anak-anak di sekolah. Tapi karena hari Sabtu, dan ada saran dari pihak sekolah untuk mendampingi mereka serta melengkapi beberapa berkas, maka kami melakukannya. Tapi, karena si putri sudah masuk sekolah menengah dan diantar oleh Ayahnya, saya mewanti-wanti sang Ayah untuk hanya mendampingi dari jauh. “Biarkan dia masuk sendiri! Biarkan dia menemukan kelompok kelasnya sendiri! Biarkan dia yang mendekati Ayah kalau dia yang p
  • Gaya Hidup /
    17 Jul 2012

    Cerita Anak SMA - The Diary

    Cerita Anak SMA. Mengingat masa-masa SMA… bukan, salah besar. Saya sebenarnya bukan lulusan SMA, saya ini lulusan SMEA. Dulu sebutannya begitu, sekarang lebih terkenal dengan kata SMK. Ah peduli apa soal sebutan, yang jelas masa-masa itu adalah masa-masa remaja yang indah. Dan saya menulis ini demi sebuah misi agar bisa menyebar isi konten yang positif tentang cerita anak SMA. Cerita anak SMA ala saya, saya tiga kali pindah sekolah. Dari sekolah yang difavoritkan karena prestasinya yang bagus di Samarinda, lalu pindah ke SMA di mana gedungnya benar-benar mirip cerita Laskar Pelangi di Bontang malah lantainya pun masih pasir biasa, sampai akhirnya saya menyelesaikan sekolah di Balikpapan. Alasannya karena Papa seorang polisi yang setiap saat harus siap dimutasi kemanapun dan sebagai

KONTAK

BUNDA IIN AJID

Blogger, Istri Aa Ajid, Emak si Trio - Kakak (15), Abang (12) & Adek (8). 

Mau baca tulisan yang lain? Cek blog lainnya: Iinajid.comDiarybundaiin dan Ruang Cerita

Tulisan Terbaru

Komentar

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia