Catatan Bunda Iin

  • Kenangan / Pernikahan / Cerita Pendek /
    27 Jun 2017

    Tiket Pesawat Terakhir

    “Sudah dipesan, Mas?” tanya Anisa tepat setelah ia melihat suaminya selesai makan. Reno melirik dan menggeleng tak peduli. “Kok belum? Nanti kehabisan. Harus dibooking dari sekarang,” dengan nada sabar, Anisa kembali mengingatkan. Tapi Reno tak bergeming. Terlihat jelas keengganan di matanya. “Mas gak mau pulang ya?” tebak Anisa lagi. “Hmm… Entahlah, aku malas menjawab pertanyaan-pertanyaan saudara-saudaraku, Neng.” Anita terdiam. Ia paham maksud suaminya. Bahkan kalau dipikir-pikir, dialah yang paling sedih tiap kali mendengar pertanyaan itu. Meski dilempar dengan candaan, pertanyaan itu justru semakin mengingatkan mereka pada sesuatu yang sampai sekarang belum didapatkan. “Aku udah bilang ke Ibu kalau kita belum tentu pulang t
  • Cerpen Anak /
    1 Nov 2016

    Baju Baru Untuk Dea

    Ketika kami masuk ke lorong panas, hawa panas dan sumpek langsung menyambut. Bau tak enak juga tercium oleh hidungku saat berjalan melaluinya. Tapi sepertinya Dea tak merasakan hal itu. Wajahnya masih berseri-seri seperti tadi, saat kami baru keluar dari mobil yang berhawa sejuk. Mataku beredar mencari pakaian yang kucari. Aku harus membeli baju koko untuk Doni dan celana training untuk Dona, kakak-kakak Dea. Mereka sudah bertambah besar, sehingga baju dan celananya tak muat lagi. Untungnya, tadi saat menjemput Dea, aku lewat pasar ini. Pasar yang cukup lengkap. Aku menemukan toko yang menjual semua yang kuperlukan. Tak hanya itu, ada beberapa busana muslimah untuk anak-anak seusia Dea. Ah, sekalian saja ia kubelikan satu. Jadi tak ada yang akan iri saat kami tiba di rumah nanti. Adil, se
  • Cerita Pendek /
    31 Oct 2016

    Melepas Pahlawan Hatiku

    Perlahan mataku menelusuri satu persatu daftar dalam lembaran kertas yang mulai terlihat lusuh itu. Beberapa hari ini, aku sibuk melengkapi isi dalam daftar itu sembari menyelipkan kertas itu di dompet. Entah berapa kali sudah lembaran itu keluar masuk dompet sampai hari ini, ketika aku berhasil menandai seluruhnya. Tapi tetap saja ada kekuatiran muncul kalau aku membuat kesalahan. Barangkali ada yang tertinggal, barangkali ada yang terlupa. Hanya itu yang berulangkali kupikirkan. “Hati-hati loh Ma, nanti kalau kebanyakan jadinya malah over bagasi. Lagian itu Amerika Ma, gak boleh sembarangan bawa barang masuk,” tegur suamiku ketika melihatku sibuk memeriksa jejeran barang-barang di atas tempat tidur dan sebagian di lantai itu. “Iih, Ayah. Ini juga udah sesuai dengan req
  • Parenting / Cerita Pendek /
    29 Sep 2016

    Anak Terkaya

    “Ma, Ma… Ara iri deh sama teman-teman Ara,” ujar putri kecilku tiba-tiba ketika kami menuruni tangga dari ruang kelasnya. Langkahku terhenti sejenak, gadis kecil itu mendongak padaku dengan mata yang murung. Karena ada orang lain di belakang kami, aku kembali berjalan sambil menggandeng Ara di tangan kiri dan membawa tas sekolahnya yang berat di tangan kanan. Kata-kata Ara benar-benar mengangguku siang itu. Aku memang tak sempat mengobrol panjang lebar setelah mengantarnya pulang ke rumah. Walaupun selalu bisa menemaninya makan siang dan menjemputnya saat pulang sekolah, tapi seperti biasa aku langsung kembali ke kantor hingga sore hari.  Tak ada seorangpun ibu di dunia yang mau putra-putrinya mempunyai perasaan seburuk itu pada teman-temannya. Tidak juga aku. Sus
  • Cerita Pendek / Parenting /
    25 Sep 2016

    Biarkan Bebas!

    Tujuh belas tahun lalu… Dua gadis kecil berambut pirang itu berlarian di atas rumput mengejar kupu-kupu berwarna jingga hitam sambil tertawa-tawa. Di belakangnya, seorang perempuan lebih tua dariku, yang juga berambut pirang mengikuti mereka dengan langkah tenang. Saat ia menoleh, tatapan kami bertemu. Aku mengangguk padanya, melemparkan senyum. Ia juga membalas dengan anggukan dan senyuman. “Look it that, Mommy!!” pekik salah satu gadis berambut pirang itu seraya menunjuk-nunjuk ke tanaman bunga sepatu. Perempuan yang ia panggil ‘Mommy’ itu menoleh padanya. Ah, rupanya dia ibu mereka. Pantas saja, kedua putrinya memang sangat mirip dengannya. Aku tersenyum melihat mereka. Jarang banget ada bule bermain di sini. Aku memang sering Mr. Graeme bermain dengan pa
  • Pendidikan /
    11 Aug 2016

    Jika Full Day School Dilaksanakan

    Wacana Full Day School yang dilontarkan oleh Menteri Pendidikan yang baru cukup menghebohkan masyarakat umum. Memang masalah pendidikan hanyalah satu dari sekian banyak masalah penting lainnya yang harus dibenahi, tetapi karena wacana ini berarti mengubah sebuah budaya maka tak heran respon pro dan kontra bermunculan. Untuk memutuskan opini pro atau kontra, kita harus melihat dari berbagai sudut pandang terlebih dahulu. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan Pemerintah ini sebelum memutuskan melakukan perubahan budaya dengan Full Day School. Hal pertama dan utama yang dipertimbangkan adalah anak-anak itu sendiri. Sebagai pelajar dan siswa, anak-anaklah yang akan menjalani program tersebut apabila benar-benar  dilaksanakan.  Sayangnya, setahu saya sebagai pemerhati anak-anak,
  • Pendidikan / Parenting /
    14 Jun 2016

    Kontroversi Ujian Nasional

    Setiap anak adalah seorang manusia dengan kepribadian yang berbeda, unik dan tak sama satu sama lain. Setiap anak merupakan kombinasi karakter yang terbentuk dari keturunan kedua orangtuanya, lingkungan dan tempat ia dibesarkan. Keunikan itu membuat setiap anak seharusnya diperlakukan tidak sama, tapi disesuaikan dengan kebutuhannya. Seperti yang sama-sama kita ketahui, anak-anak harus melalui pendidikan untuk menyiapkan diri menjadi pribadi mandiri yang mampu mengurus dirinya nanti. Sayangnya, pendidikan yang mereka lalui belum tentu mampu menjadi sarana yang tepat bagi anak-anak untuk mengembangkan diri. Sistem kurikulum di Indonesia masih mengedepankan pengkotak-kotakan kemampuan anak. Anak-anak dengan kemampuan di bidang-bidang tertentu seperti Matematika, Bahasa Inggris dan IPA diang
  • Psikologi / Pendidikan / Parenting /
    13 May 2016

    Pasca Ujian Nasional, Ujian Mental Orangtua

    Bulan Mei tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya adalah saat ujian Nasional sekolah diadakan. Selain persiapan yang dilakukan sejak hari pertama masuk sekolah tahun ajaran dimulai, banyak faktor pendukung lain yang juga dilakukan oleh semua pihak yang berkaitan. Tak usahlah kita bicara tentang persiapan sebelum ujian, karena sebagian dari anak-anak sudah melewatinya. Tinggal Ujian Akhir Sekolah Berstandar Daerah untuk SD yang baru akan dilaksanakan minggu depan. Sekarang adalah masa setelah ujian berlangsung. Masa penantian baik bagi orangtua maupun anak. Berbeda dengan dulu, saat ini hasil ujian Nasional menentukan benar jalan pendidikan bagi seorang anak. Dengan nilai yang tinggi dan bagus, seorang anak bisa menentukan dengan mudah sekolah yang ia inginkan. Sedangkan mereka yang tidak
  • Cerpen Remaja /
    10 Mar 2016

    IBU PELIT

    Gadis remaja itu memandangi sepasang sepatu berpola merah tua dan krem melingkar. Sebuah tulisan terlihat di bagian samping. Nama merek sepatu itu. Gadis itu menghela napas tapi ia tetap memandanginya. Ia sudah berdiri hampir lima menit di depan etalase tempat sepatu itu terpajang, dan belum bergeming. Ibunya mendekat. Tapi si gadis remaja itu sama sekali tidak menyadari kehadirannya. Melihat tingkah putrinya, ibu mendekatkan wajahnya. Lalu ikut memandang ke arah asal tatapan putrinya terfokus. Ia tersenyum saat menyadarinya. “Kamu mau sepatu itu ya, Neng?” bisiknya di telinga si remaja putri itu. Gadis itu terkejut sedikit, tapi ia hanya tertawa kecil. “Iiih, Ibu! Ngagetin aja!” “Ayo kita tanya harganya!” ajak Ibu sambil menggamit lengan putrinya. &ldq
  • Psikologi / Parenting /
    9 Feb 2016

    Anak dan Dunia Yang Kulindungi

    Belakangan saya melihat kepanikan para orangtua muncul, takut anak-anak mereka mengalami hal-hal mengerikan seperti yang diberitakan di televisi. Beberapa sahabat bahkan meminta tips pada saya bagaimana mengatasi agar mereka bisa melindungi anak-anak mereka. Mereka bahkan meminta diajari caranya dengan detail. Satu yang saya tahu… sekolah menjadi orangtua itu tak ada. Tapi setiap hari, sejak kita menjadi ibu atau ayah, kita sedang belajar sebagai orangtua. Kita akan belajar dari pengalaman pribadi bahkan mungkin dari teman-teman. Tapi pengalaman itu tak selalu sama, dan tak selalu harus kita alami. Pentingnya belajar dari pengalaman itulah, yang membuat saya jarang menulis tentang anak-anak secara ilmiah meski basic pendidikan saya adalah psikologi. Saya lebih suka menuangkan pengal

KONTAK

BUNDA IIN AJID

Blogger, Istri Aa Ajid, Emak si Trio - Kakak (15), Abang (12) & Adek (8). 

Mau baca tulisan yang lain? Cek blog lainnya: Iinajid.comDiarybundaiin dan Ruang Cerita

Tulisan Terbaru

Komentar

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia