Catatan Bunda Iin

  • Parenting /
    13 Dec 2016

    Irama Seorang Ibu

    Suara kakinya menghentak-hentak saat memasuki dapur. Lalu terdengar suara kursi ditarik dan napas yang dihembus kuat. Tanpa menolehpun, aku tahu itu pasti Mira, adik iparku yang baru saja melahirkan. “Kenapa lagi?” tanyaku tanpa berhenti mengaduk panci berisi sup ikan patin. Supnya baru saja mendidih dan aku baru selesai membumbuinya. “Aku capek, Kak! Capeee,” keluh Mira. Aku menoleh dan terpaksa menahan senyum melihat tampangnya. Rambutnya yang biasanya terurai indah dan rapi, diikat asal-asalan membentuk sanggul kecil hingga anak rambutnya berantakan di seputar wajahnya yang putih bersih itu. Tapi wajah sebersih susu itu tampak kusam dan penuh dengan rengutan. Baju kaos kebesaran yang dipakainya juga tampak sedikit basah di sana sini. Pundaknya turun sekali sepe
  • Sosial Politik /
    30 Nov 2016

    Meredam Arus Negatif dengan Revisi UU ITE

    Dulu, di media massa seperti koran, kita menggunakan karikatur sebagai sebuah bentuk pengungkapan lain dari bahasa. Dengan karikatur, kita bisa mengungkapkan sebuah ironi dalam masyarakat yang menyangkut masalah sosial, politik, ekonomi, budaya dan lain-lain menjadi sindiran halus. Karikatur menjadi booming karena ungkapan yang sederhana justru sangat telak mencerminkan kondisi kepemimpinan yang memerintah saat itu. Bahkan karena karikatur, banyak juga para pengungkapnya yang berakhir di penjara. Kini, seiring perubahan dari koran menjadi media online, maka perubahan terjadi pula dalam cara pengungkapannya. Dari karikatur yang dulu ditulis dan dilukis dengan tangan, sekarang muncullah meme. Gambar dari hasil editing satu atau beberapa foto asli yang diberi tulisan atau ungkapan sindiran.
  • Cerita Pendek /
    22 Nov 2016

    Aku Menunggumu, Ibu

    Dari atas lantai tiga, aku berdiri menatap ke bawah. Ada beberapa tenda putih berdiri di bawah sana, beberapa murid berdiri bergerombol di tenda-tenda itu. Yang lain duduk-duduk di selasar kelas-kelas yang berada di lantai dasar. Itu kelas-kelas para seniorku di kelas 12. Canda tawa terdengar di sana sini, di antara para murid yang duduk-duduk berkumpul itu. Ada yang berada di bawah pohon besar nan rindang, ada yang duduk di sebelah panggung dan yang lain sekedar berpapasan lalu mengobrol sejenak dengan teman-temannya. Suara dari pengeras suara terdengar lagi. Pengumuman lagi. Setelah itu, teman-teman di kelasku berlarian keluar. Tawa dan pekik riang mereka mengiringi kehebohannya saat menuruni tangga menuju lapangan tempat tenda-tenda itu berdiri. Namun, sepertiku, ada beberapa murid yan
  • Spiritual /
    15 Nov 2016

    Saat Cinta Sejatiku Disakiti

    Selama bertahun-tahun, ada cinta yang tak pernah padam dalam hati saya. Ada cinta yang terus menerus tumbuh perlahan seiring waktu yang saya lewati dalam hidup ini. Cinta yang membuat saya tetap kuat berdiri menahan semua gempuran masalah, cinta yang membuat saya tangguh dan bertahan menghadapi semua ujian dan cinta yang membuat saya mampu berkarya menghasilkan tulisan-tulisan dalam blog ini. Cinta itu terlahir saat saya belajar membaca Al Qur’an. Setiap hari hanya satu lembar Al Qur’an yang saya baca. Satu saja… tak banyak karena waktu saya tersita untuk kegiatan lain. Cinta yang saya tunjukkan pada Al Qur’an hanya seujung kuku, tapi tahukah apa yang diberikan Al Qur’an pada saya sebagai balasannya? Dia tak pernah membohongi saya. Semua yang tertulis, adala
  • Cerita Pendek /
    14 Nov 2016

    Kisah Raja, Sang Pahlawan Sejati

    Di negeri nan jauh, tersebutlah sebuah kerajaan yang memiliki keindahan alam luar biasa bernama Uthopia. Di negeri indah nan elok itu, hiduplah seorang raja. Raja itu memerintah rakyatnya dengan adil dan bijaksana. Rakyatnya hidup tentram, sejahtera dan damai. Dibantu oleh para Menteri dan pembesar kerajaan, Raja membuat negeri indah itu tak hanya kaya akan hasil bumi dan wisata negerinya, tapi juga berhasil membuat setiap orang yang tinggal di negeri itu merasa bahagia. Sayangnya sudah lama sang Raja selalu merasa gundah. Meski ia memiliki Ratu yang cantik dan baik hati, tapi mereka tidak berputra. Sudah banyak dokter yang berusaha mengobati sang Ratu, namun Ratu tak kunjung hamil. Ratu yang juga sangat sedih pun sempat meminta Raja untuk mencari istri yang lain. Tapi Raja menolak. Raja
  • Travel / Review /
    9 Nov 2016

    Jasa Travel Online, Bebas Antri Bebas Kemana Aja

    Perjalanan liburan, atau perjalanan dinas alias bekerja, tak lepas dari kebutuhan untuk tiket dan hotel. Sebagai ibu rumah tangga dan pekerja lepas, sudah barang tentu saya tak bisa menghindari kebutuhan tersebut. Beberapa jasa travel online yang mulai ramai ditawarkan sekitar lima tahun terakhir ini cukup membantu saya mengatasi kebutuhan tersebut tanpa harus repot-repot antri dengan harga yang bersaing. Untungnya ini zaman online. Tinggal cari agen travel yang dipercaya maka semua bisa diatasi. Waktu liburan ke Bogor, saya memilih memakai jasa travel Agoda.com. Sebenarnya pemilik akun adalah suami, yang mendapat diskon khusus setelah transaksi pembelian tiket dan hotel untuk perjalanan dinasnya sebelumnya. Jadi kami pun mendapat harga spesial untuk kamar keluarga. Saat memakai jasa tra
  • Cerpen Anak /
    1 Nov 2016

    Baju Baru Untuk Dea

    Ketika kami masuk ke lorong panas, hawa panas dan sumpek langsung menyambut. Bau tak enak juga tercium oleh hidungku saat berjalan melaluinya. Tapi sepertinya Dea tak merasakan hal itu. Wajahnya masih berseri-seri seperti tadi, saat kami baru keluar dari mobil yang berhawa sejuk. Mataku beredar mencari pakaian yang kucari. Aku harus membeli baju koko untuk Doni dan celana training untuk Dona, kakak-kakak Dea. Mereka sudah bertambah besar, sehingga baju dan celananya tak muat lagi. Untungnya, tadi saat menjemput Dea, aku lewat pasar ini. Pasar yang cukup lengkap. Aku menemukan toko yang menjual semua yang kuperlukan. Tak hanya itu, ada beberapa busana muslimah untuk anak-anak seusia Dea. Ah, sekalian saja ia kubelikan satu. Jadi tak ada yang akan iri saat kami tiba di rumah nanti. Adil, se
  • Cerita Pendek /
    31 Oct 2016

    Melepas Pahlawan Hatiku

    Perlahan mataku menelusuri satu persatu daftar dalam lembaran kertas yang mulai terlihat lusuh itu. Beberapa hari ini, aku sibuk melengkapi isi dalam daftar itu sembari menyelipkan kertas itu di dompet. Entah berapa kali sudah lembaran itu keluar masuk dompet sampai hari ini, ketika aku berhasil menandai seluruhnya. Tapi tetap saja ada kekuatiran muncul kalau aku membuat kesalahan. Barangkali ada yang tertinggal, barangkali ada yang terlupa. Hanya itu yang berulangkali kupikirkan. “Hati-hati loh Ma, nanti kalau kebanyakan jadinya malah over bagasi. Lagian itu Amerika Ma, gak boleh sembarangan bawa barang masuk,” tegur suamiku ketika melihatku sibuk memeriksa jejeran barang-barang di atas tempat tidur dan sebagian di lantai itu. “Iih, Ayah. Ini juga udah sesuai dengan req
  • Cerita Pendek /
    13 Oct 2016

    The True Admirer

    Gadis itu berdiri di lantai tangga kedua, memandangi ponselnya lalu tertawa kecil. Jemarinya yang lentik menyapu layar ponsel dan lagi-lagi ia tertawa. Sesekali jemari yang sama menyibak anak rambut lurusnya yang hitam itu saat jatuh menutupi pandangannya. Ia tampak tak peduli dengan sekelilingnya dan terus menatap ponselnya seakan benda itulah satu-satunya benda yang memahaminya. Meski tampak seperti itu, sesekali ia mendongak dan menyapa mereka yang melewatinya untuk naik ke lantai tiga. “Mbok ya sapa sana, jangan hanya dipandangi dari jauh!” Aku menoleh cepat. Sosok gemuk dengan wajah bulat tersenyum padaku. Bu Indah. Kata-katanya membuatku tersipu malu. Ia juga ikut memandang gadis itu, tertawa kecil lalu kembali menatapku dengan senyuman lebar. “Oh, Bu. Selamat pa
  • Blog /
    6 Oct 2016

    Setelah Lima Tahun Ngeblog

    Oktober 2011 adalah bulan saat saya ‘diputuskan’ dipaksa untuk menjadi blogger. Sesuatu yang kemudian mengubah banyak rencana, banyak hal bahkan mengubah diri saya sepenuhnya. Dari seseorang yang memutuskan meninggalkan dunia kerja demi mengabdikan diri pada keluarga, saya berubah menjadi seseorang yang ingin tetap menjadi diri saya namun tidak akan meninggalkan kewajiban sebagai seorang istri dan ibu. Menjadi blogger, bukan sekedar meraih materi atau punya sesuatu sebagai pembuktian. Saya merasakan lebih dari itu. Walaupun sempat merasa seperti naik roller coaster, tapi kemudian saya menemukan irama yang tepat. Irama yang membuat saya nyaman dengan dunia blogger tanpa perlu grasa-grusu mengejar materi. Ngeblog tentu tak lepas dari menulis. Menulis adalah hobi sejak kec

KONTAK

BUNDA IIN AJID

Blogger, Istri Aa Ajid, Emak si Trio - Kakak (15), Abang (12) & Adek (8). 

Mau baca tulisan yang lain? Cek blog lainnya: Iinajid.comDiarybundaiin dan Ruang Cerita

Tulisan Terbaru

Komentar

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia