Catatan Bunda Iin

  • Gaya Hidup /
    9 Jan 2017

    Jeratan Setan Kredit

      Beberapa hari lalu, di hari kelima awal tahun ini, saya menemui teman-teman di kantor mereka. Sebenarnya tujuan utama datang ke kantor adalah meeting dua mingguan yang rutin diadakan untuk seluruh freelancer. Tapi setelah beberapa bulan, saya jadi akrab dengan para karyawan tetap di kantor ini. Maka tiap ke kantor ini, saya selalu menyapa mereka. Mereka telah banyak membantu saya, tak hanya urusan pekerjaan tapi juga beberapa urusan pribadi. Saat mengobrol dengan Mbak Riana di boothnya, salah satu karyawan di bagian Marketing, tak sengaja saya melihat lembaran kertas tertempel di dinding tepat di depan meja kerjanya itu. Kertas itu bertulis “Resolusi 2017 Riana” lengkap dengan daftar singkat. Segera saya menemukan cara menggoda Mbak Riana, dengan daftar singkat itu. Ia
  • Psikologi / Spiritual /
    4 Jan 2017

    Ujian Sesungguhnya

    Setelah seminggu, akhirnya ruang keluarga ini kembali dipenuhi seluruh anggota keluarga. Suami, aku dan ketiga anakku duduk bersama menikmati sepiring pisang goreng bersalut coklat dan keju. Abang berbaring di sofa bed dengan wajah yang masih belum sepenuhnya segar seperti biasa, Kakak duduk menonton sambil memainkan rambut ikal mayangnya. Sementara Ade bergelayutan di pundak Ayahnya. Pemandangan ini hilang selama seminggu. Kami harus bergantian menjaga Abang yang sakit keras dan harus dirawat. Hanya berdua tanpa ingin merepotkan saudara yang lain, kami menjalani ujian itu dengan ikhlas. Tapi… ada segelintir rasa kesal menyelimuti kalbuku sejak putra kami pulang. Bukan karena amburadulnya agenda kerjaku atau bergunungnya pekerjaan di rumah karena kami harus meminggirkan semua uru
  • Psikologi /
    28 Dec 2016

    Virus Bahagia

    Suatu hari, internet di rumah tidak bisa digunakan seperti biasa. Padahal di saat yang sama saya sedang membutuhkannya untuk mengirim sebuah pekerjaan penting ke kantor. Tapi akibat internet yang tiba-tiba ngadat, akhirnya saya harus berjuang di tengah kemacetan mengantar dokumen penting yang sudah ditunggu. Tentulah hal ini menyebabkan saya jadi kesal. Apalagi ditambah dengan respon customer service yang teramat lambat (menurut saya sih… ) maka jadilah saya marah-marah saat menghubungi Customer Service provider internet yang saya gunakan. Meski kemarahan itu masih dalam batas wajar, tapi tetap saja marah ya marah. Di lain waktu, saya terpaksa menahan geram ketika saat berhenti di lampu merah tiba-tiba kaki yang sedang menjadi penyeimbang motor ditindih kaki orang lain yang ternya
  • Cerita Pendek /
    26 Dec 2016

    Ibuku Hanya Seorang Guru

    Lembaran kertas berukuran A4 di hadapanku sudah selesai kubaca. Sahabatku Dion tampak harap-harap cemas menunggu pendapatku. Kuangkat wajah dan mengangguk. “Sudah, sudah bagus. Bagus banget malah.” “Ah, syukurlah, Mi. Gue gak peduli menang atau engga, yang penting ga malu-maluin Enyak gue,” ujar Dion seraya mengambil lembaran itu dan memasukkannya dalam map. “Tulisan lo keren kok, Yon. Enyak lo pasti bangga anak badungnya bisa nulis sekeren itu,” godaku. Dion terkekeh-kekeh. “Lo juga suka gue kan? Badung tapi keren.” “Jijaaay!!!” Bola kertas yang tadi berada di atas mejaku melayang terbang menuju Dion. Sayang, orang yang kutuju itu sudah lari ke luar kelas. Hanya suara tawanya yang masih terdengar membahana di teras kelas. Menj
  • Cerita Pendek /
    19 Dec 2016

    Treasured Memories

      Duduk dalam diam seperti ini sering mengingatkanku padanya. Tak pernah sekalipun ia biarkan aku merenung sepi sendirian seperti ini, kalau ia melihatnya. Setiap kali aku duduk dalam diam, ia akan mendekatiku dan memelukku tiba-tiba sambil tertawa lebar. “Vitamin sepi,” katanya tiap kali melakukan itu padaku. Dia, memang seseorang yang tak pernah berhenti untuk membuatku tertawa. Memang, beberapa kali ia marah padaku. Tapi itu tak membuatnya berhenti membuatku tertawa. Tiap kali ia marah, ia akan langsung meluapkan dan aku hanya bisa diam. Karena ia tampak mengerikan seakan-akan seperti bom yang meledak. Hanya saja, itu semua akan berlalu dengan cepat. Begitu ia selesai menyemprotkan api kemarahan di dadanya, maka semuanya akan lenyap seketika dan sisi menyenangkannya a
  • Parenting /
    13 Dec 2016

    Irama Seorang Ibu

    Suara kakinya menghentak-hentak saat memasuki dapur. Lalu terdengar suara kursi ditarik dan napas yang dihembus kuat. Tanpa menolehpun, aku tahu itu pasti Mira, adik iparku yang baru saja melahirkan. “Kenapa lagi?” tanyaku tanpa berhenti mengaduk panci berisi sup ikan patin. Supnya baru saja mendidih dan aku baru selesai membumbuinya. “Aku capek, Kak! Capeee,” keluh Mira. Aku menoleh dan terpaksa menahan senyum melihat tampangnya. Rambutnya yang biasanya terurai indah dan rapi, diikat asal-asalan membentuk sanggul kecil hingga anak rambutnya berantakan di seputar wajahnya yang putih bersih itu. Tapi wajah sebersih susu itu tampak kusam dan penuh dengan rengutan. Baju kaos kebesaran yang dipakainya juga tampak sedikit basah di sana sini. Pundaknya turun sekali sepe
  • Sosial Politik /
    30 Nov 2016

    Meredam Arus Negatif dengan Revisi UU ITE

    Dulu, di media massa seperti koran, kita menggunakan karikatur sebagai sebuah bentuk pengungkapan lain dari bahasa. Dengan karikatur, kita bisa mengungkapkan sebuah ironi dalam masyarakat yang menyangkut masalah sosial, politik, ekonomi, budaya dan lain-lain menjadi sindiran halus. Karikatur menjadi booming karena ungkapan yang sederhana justru sangat telak mencerminkan kondisi kepemimpinan yang memerintah saat itu. Bahkan karena karikatur, banyak juga para pengungkapnya yang berakhir di penjara. Kini, seiring perubahan dari koran menjadi media online, maka perubahan terjadi pula dalam cara pengungkapannya. Dari karikatur yang dulu ditulis dan dilukis dengan tangan, sekarang muncullah meme. Gambar dari hasil editing satu atau beberapa foto asli yang diberi tulisan atau ungkapan sindiran.
  • Cerita Pendek /
    22 Nov 2016

    Aku Menunggumu, Ibu

    Dari atas lantai tiga, aku berdiri menatap ke bawah. Ada beberapa tenda putih berdiri di bawah sana, beberapa murid berdiri bergerombol di tenda-tenda itu. Yang lain duduk-duduk di selasar kelas-kelas yang berada di lantai dasar. Itu kelas-kelas para seniorku di kelas 12. Canda tawa terdengar di sana sini, di antara para murid yang duduk-duduk berkumpul itu. Ada yang berada di bawah pohon besar nan rindang, ada yang duduk di sebelah panggung dan yang lain sekedar berpapasan lalu mengobrol sejenak dengan teman-temannya. Suara dari pengeras suara terdengar lagi. Pengumuman lagi. Setelah itu, teman-teman di kelasku berlarian keluar. Tawa dan pekik riang mereka mengiringi kehebohannya saat menuruni tangga menuju lapangan tempat tenda-tenda itu berdiri. Namun, sepertiku, ada beberapa murid yan
  • Spiritual /
    15 Nov 2016

    Saat Cinta Sejatiku Disakiti

    Selama bertahun-tahun, ada cinta yang tak pernah padam dalam hati saya. Ada cinta yang terus menerus tumbuh perlahan seiring waktu yang saya lewati dalam hidup ini. Cinta yang membuat saya tetap kuat berdiri menahan semua gempuran masalah, cinta yang membuat saya tangguh dan bertahan menghadapi semua ujian dan cinta yang membuat saya mampu berkarya menghasilkan tulisan-tulisan dalam blog ini. Cinta itu terlahir saat saya belajar membaca Al Qur’an. Setiap hari hanya satu lembar Al Qur’an yang saya baca. Satu saja… tak banyak karena waktu saya tersita untuk kegiatan lain. Cinta yang saya tunjukkan pada Al Qur’an hanya seujung kuku, tapi tahukah apa yang diberikan Al Qur’an pada saya sebagai balasannya? Dia tak pernah membohongi saya. Semua yang tertulis, adala
  • Cerita Pendek /
    14 Nov 2016

    Kisah Raja, Sang Pahlawan Sejati

    Di negeri nan jauh, tersebutlah sebuah kerajaan yang memiliki keindahan alam luar biasa bernama Uthopia. Di negeri indah nan elok itu, hiduplah seorang raja. Raja itu memerintah rakyatnya dengan adil dan bijaksana. Rakyatnya hidup tentram, sejahtera dan damai. Dibantu oleh para Menteri dan pembesar kerajaan, Raja membuat negeri indah itu tak hanya kaya akan hasil bumi dan wisata negerinya, tapi juga berhasil membuat setiap orang yang tinggal di negeri itu merasa bahagia. Sayangnya sudah lama sang Raja selalu merasa gundah. Meski ia memiliki Ratu yang cantik dan baik hati, tapi mereka tidak berputra. Sudah banyak dokter yang berusaha mengobati sang Ratu, namun Ratu tak kunjung hamil. Ratu yang juga sangat sedih pun sempat meminta Raja untuk mencari istri yang lain. Tapi Raja menolak. Raja

KONTAK

BUNDA IIN AJID

Blogger, Istri Aa Ajid, Emak si Trio - Kakak (15), Abang (12) & Adek (8). 

Mau baca tulisan yang lain? Cek blog lainnya: Iinajid.comDiarybundaiin dan Ruang Cerita

Tulisan Terbaru

Komentar

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia