Catatan Bunda Iin

  • Dunia Kerja /
    23 Feb 2017

    Ibu Bekerja, Mereka yang Tersudutkan.

    Sudah lima belas menit sejak pesawat meninggalkan landas pacu Bandara Internasional Soekarno Hatta. Mata yang mengantuk dan tubuh yang lelah akibat lembur mengerjakan presentasi untuk proyek ini selama beberapa hari membuat saya langsung tidur begitu duduk di kursi penumpang. Tak seperti tiga perjalanan internasional sebelumnya, pagi ini saya berangkat terlalu terburu-buru untuk menikmati perjalanan. Mungkin karena mulai terbiasa, anak-anak juga hanya menggumam tak jelas saat dini hari tadi saya berpamitan. Mereka sudah menitipkan oleh-oleh dan foto tempat yang diinginkan semalam, ketika saya menge-pack barang. Hanya Ayah, suami tercinta yang mengantar hingga pintu keberangkatan. Bertahun-tahun bersamanya, satu hal yang tak pernah berubah adalah satu hal itu. Ia selalu terlihat kuatir t
  • Kontes/Lomba/Event / Gaya Hidup /
    19 Feb 2017

    Menata Hari Tua Yang Bahagia

      Membangun masa pensiun yang bahagia di hari tua sama seperti membangun sebuah rumah. Pembangunannya memerlukan waktu, rencana dan konsep yang jelas serta sesuai dengan kebutuhan. Tak ada yang bisa menjamin masa depan akan selalu berakhir dengan indah. Apapun pekerjaan seseorang, apapun yang ia lakukan, ketika pondasi masa pensiun tidak dipersiapkan dengan matang, maka semua konsep rencana dan cita-cita tidak akan terwujud.   MEMBUAT KONSEP ‘BAHAGIA’ Konsep bahagia bagi setiap orang tentu berbeda. Seperti memilih model sebuah rumah yang menjadi impian, maka seperti itu pula konsep bahagia yang kita tentukan untuk hari tua. Secara sederhana, banyak yang memilih hari tua yang bahagia dengan bisa memiliki rumah sederhana di lokasi yang seperti tempat liburan, bisa me
  • Parenting / Gaya Hidup /
    19 Feb 2017

    Ekspresikan Diri Dengan Sepatu!

      Beberapa tahun terakhir ini saya baru menyadari satu hal, saya sangat suka sepatu. Kalau beli sepatu, saya bisa membeli beberapa pasang sekaligus. Untuk hobi yang satu ini, saya rela menabung dan bekerja lebih keras untuk bisa membeli sendiri. Dalam keseharian pun saya lebih banyak memakai sepatu daripada sandal. Kaki itu adalah bagian dari aurat wajib yang harus ditutupi dengan baik dan sempurna. Tapi kalau keseringan belanja sepatu, waaaah niat menabung bisa gagal total. Karena itu, saya lebih suka tidak pernah melewati atau pergi ke toko sepatu. Lebih baik tidak usah, daripada harus susah payah menekan ego untuk belanja. Kecuali ada anggarannya, atau memang saya merasa perlu mencari pengganti sepatu yang sudah rusak atau berganti pemilik, barulah sepatu baru siap dicari. Bagi
  • Sosial Politik /
    14 Feb 2017

    Kualitas Debat Menentukan Kualitas Pembicara

    Dulu, saya sering heran ketika ada yang berkata, “ah, debatnya kayak ibu-ibu, jelas kita kalah. Udah gak usah diperpanjang.” Itu sebelum saya kuliah lagi.  Di kelas-kelas kuliah, saya mulai memahami arti kagum, terpana, terkejut bahkan dipaksa maklum melihat cara teman-teman saat memaparkan pendapat dan opini mereka. Ada yang berputar-putar, ada yang rajin sekali memberi contoh, tapi ada yang cukup singkat namun sarat pengetahuan. Tapi banyak juga opini yang terkesan tidak nyambung bahkan terlalu jauh dengan konteks, bahkan penuh gejolak emosi yang tak lagi netral. Selama proses itu, pengawasan senior dan dosen yang terbiasa untuk mengatur diskusi menjadi sangat dibutuhkan. Mereka akan memberi warning apabila ada batasan etika sosial yang dilanggar oleh mahasis
  • Psikologi / Gaya Hidup /
    6 Feb 2017

    Demi Hak Pribadi atau Serakah Belaka?

      Tak ada yang tahu artinya berbahagia memiliki sesuatu, sampai ia memiliki sesuatu itu. Rasa senang dan bahagia itu seperti permen manis yang terus-menerus ingin dirasakan. Tentu dengan mempertahankan kepemilikan, maka diharapkan rasa itu takkan pernah hilang. Tapi ada banyak sekali manusia yang ingin memiliki sesuatu bukan karena sekadar ingin merasakan kebahagiaan belaka. Buat mereka, memiliki tanah atau properti adalah bagian dari kebutuhan yang wajib dipenuhi untuk melindungi keluarganya. Kebahagiaan bukan karena memilikinya, tapi karena fungsinya membuat sumber kebahagiaan mereka terlindungi dengan baik dan sumber kebahagiaan itu adalah keluarga. Sayangnya, akibat ketidakmampuan mengendalikan nafsu membuat seseorang akhirnya menjadi serakah dengan rasa bahagia yang ia rasakan
  • Review /
    30 Jan 2017

    Review Film Demi Cinta Aku Rela

    Film Demi Cinta, Aku Rela… adalah film yang diproduksi oleh MNC Pictures. Aktor-aktor pemerannya adalah Nicholas Saputra, eits… bukan, Ricky Harun dan Tora Sudiro. Meski judulnya bernuansa romantis, tapi genrenya komedi. Ceritanya pun lebih banyak mengisahkan seputar hubungan bromance antara Bagus (Ricky Harun) dan Masbin (Tora Sudiro), yang dibumbui oleh petualangan Bagus untuk mendapatkan cinta. Bagus, pemuda yang (terlalu) lugu dan polos. Seorang pemuda tamatan SMA yang belum bekerja. Bagus tinggal bersama Masbin, pemilik reparasi elektronik. Masbin, seseorang yang seenaknya, cuek, urakan dan agak sok tahu. Meski begitu keduanya sama-sama berhati baik.   Cerita berawal ketika Bagus melihat Cempaka (Farali Khan), tetangga rumah susun tempat tinggal dua bersaudara it
  • Psikologi / Parenting /
    27 Jan 2017

    Tips Mempertahankan Peran Orangtua

    Menjadi orangtua itu tak ada sekolahnya. Itu pendapat hampir semua orang, juga saya. Secara alamiah, manusia mengalami proses menjadi orangtua. Suka atau tidak, mau atau tidak mau. Proses itu terjadi setelah manusia menjadi dewasa dan mengenal pasangan. Tapi, menjadi orangtua tak pernah ada kata berhenti untuk belajar. Ilmunya memang tak bisa diperoleh dalam satu bidang tertentu saja. Untuk menjadi orangtua yang baik, tak hanya harus memahami teori namun juga langsung praktek. Ada fakta menarik dari orangtua zaman sekarang yang saya bandingkan dengan orangtua zaman dulu, sekaliber mertua yang anak termudanya sudah akhir 20an. Ada satu perbedaan besar, orangtua zaman dulu tidak bersaing peran dengan teknologi. Sementara orangtua zaman kini justru sebaliknya. Walaupun teknologi membantu m
  • Psikologi / Review / Gaya Hidup /
    23 Jan 2017

    Food Delivery Ojek Online yang Telat

    Pernah mencoba food delivery yang sekarang marak ditawarkan oleh provider ojek online? Hari itu, saya ingin mencobanya. Sekalian ingin memberi review non payment yang netral, maka saya pun mencoba dua provider ojek online selama dua minggu berturut-turut. Saya tidak bisa melakukan selama dua kali dalam seminggu karena ada aturan di rumah kami kalau hanya boleh makan dari luar seminggu sekali. Itupun hanya boleh dilakukan ketika saya benar-benar tidak sempat atau sedang punya kerjaan yang tak bisa ditinggalkan. Minggu pertama, saya berniat memesan untuk makan malam saja. Hari itu, saya harus ke kantor menyetor pekerjaan bersama putri bungsu yang selalu ikut. Sementara anak-anak yang lain baru pulang menjelang sore karena kegiatan ekskul sekolahnya masing-masing bersama suami. Tiba di rumah
  • Gaya Hidup /
    19 Jan 2017

    Hidup di Balik Ilusi

    Hidup di Balik Ilusi Sering kita melihat ada banyak orang yang sama pendapatannya, tapi hidupnya jauh berbeda. Kadang yang satu lebih sederhana daripada yang lain. Mereka yang melihat mungkin saja beranggapan bahwa gaya hidup mereka yang membuat perbedaan itu. Sebenarnya pemikiranlah yang membuat perbedaan gaya hidup tersebut. Gaya hidup terbentuk karena pemikiran yang berbeda. Sebagian besar orang berpikir bahwa hidup senang, kaya tujuh turunan, bisa dapat semua kegembiraan adalah kebahagiaan. Tapi sebenarnya, masih banyak pula yang berpikir bahwa hidup dengan apa adanya, secukupnya, sesuai dengan pendapatan adalah kebahagiaan yang nyata. Tidak di balik ilusi, di bawah bayang-bayang khayalan tentang makna hidup yang melenakan. Anda tergolong yang mana? Gaya Hidup Ada faktor penentu ses
  • Travel / Kontes/Lomba/Event /
    15 Jan 2017

    Wisata Halal Ke Korea Selatan, Why Not?

    Wisata Halal Ke Korea Selatan, Why Not? Korea Selatan adalah salah satu negara maju yang mempengaruhi perkembangan budaya dunia melalui teknologi, seni musik dan akting. Seperti negara tetangganya, Korea Selatan juga memadukan antara kemajuan ultra modern dengan tradisi budaya ratusan tahun yang masih terjaga dengan baik sebagai salah satu daya tarik wisata. Tidak heran, perkembangan ekonomi mereka menjadi lebih maju hanya dalam beberapa puluh tahun setelah merdeka. Tidak banyak yang tahu bahwa usia negara Korea Selatan dan Indonesia terbebas dari penjajahan kurang lebih sama, namun perkembangannya terutama wisata dan teknologi cukup jauh berbeda. Banyak hal yang menjadi daya tarik wisata di Korea Selatan. Dengan melirik lebih dalam tentang negara ini, kita akan tahu bahwa berkunjung da

KONTAK

BUNDA IIN AJID

Blogger, Istri Aa Ajid, Emak si Trio - Kakak (15), Abang (12) & Adek (8). 

Mau baca tulisan yang lain? Cek blog lainnya: Iinajid.comDiarybundaiin dan Ruang Cerita

Tulisan Terbaru

Komentar

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia