Catatan Bunda Iin

  • Kesehatan / Gaya Hidup / Blog /
    29 May 2017

    Cara Praktis Atasi Anyang-anyangan dengan Prive Uri-Cran Plus

    Suatu hari, saat saya tengah bekerja menyelesaikan sebuah pekerjaan, beberapa kali harus bolak-balik ke toilet untuk buang air kecil. Anehnya, tidak lancar sama sekali. Untuk melancarkan, saya pun meminum air agak banyak. Tapi tetap saja, tidak selancar biasanya dan rasa sakit buang air kecil tetap terasa. Saya mengira keinginan buang air kecil itu hanyalah faktor psikologis karena kepanikan biasa akibat tekanan pekerjaan. Saya memilih meneruskan pekerjaan, dan menahan diri untuk tidak ke toilet lagi meski rasa itu masih muncul. Setelah selesai, saya berdiri. Tiba-tiba terasa nyeri luar biasa di bagian bawah perut yang menyebar hingga ke pangkal paha. Kontan saja saya mengaduh dan duduk kembali, sembari menekan bagian yang sakit agar sedikit berkurang. Ketika itu, saya juga sedang mengal
  • Kenangan / Cerpen Remaja / Cerita Pendek /
    23 May 2017

    Album Foto Kenangan Sahabatku

    Album Foto Kenangan Sahabatku Suara ponsel tiba-tiba terdengar nyaring memecah keheningan. Aku menatap putriku, dan ia dengan sigap mengambilkan ponsel yang sedang di-charge itu. Begitu ia menyerahkannya, aku langsung melirik nomor yang tertera. Tak ada nama atau foto yang muncul, hanya sederet nomor yang baru kulihat. Dengan penuh tanda tanya, kutatap lama layar monitor ponsel. “Kenapa Ma? Gak kenal?” tanya putriku. Aku mengangguk dan menyerahkan kembali ponsel itu padanya. Kali ini putriku tak menunggu, ia menggeser tombol hijau di layar untuk menerima. Lalu ia berjalan keluar, keluar dari ruang kerjaku sambil bicara. Aku tak lagi peduli, memilih untuk melanjutkan pekerjaan. Tak sampai lima menit, putriku kembali. Telepon telah ditutup. “Ma, itu tadi nama Ineke. Kata
  • Cerita Pendek /
    17 Mar 2017

    Ponsel Tua Yang Hilang

    “Sebentar, saya masukkan dulu nomornya? Berapa tadi, San?” tanya Pak Hendra, sambil menekan-nekan tombol ponsel. Aku mengulang sekali lagi sambil tertawa kecil. Kulirik ponsel kecil mungil berwarna putih kusam di tangannya. Heran sih, kenapa ponsel keluaran sepuluh tahun lalu itu masih dipakai seorang Direktur Marketing. Ponsel yang hanya bisa dipakai untuk menelepon, menerima telepon, dan sms saja. Padahal gara-gara ponsel kunonya aku sering kerepotan. Beberapa kali aku bilang pada Pak Hendra, untuk menggunakan ponsel pintar. Setidaknya dia tidak perlu repot mencatat informasi penting yang disampaikan klien via telepon, tinggal rekam dan masalah selesai. Ia bisa menerima telepon dalam keadaan apapun. Yang terjadi sebaliknya, saat menyetir dan tiba-tiba ada klien menelpon, P
  • Pendidikan / Parenting /
    10 Mar 2017

    Permainan Yang Mematikan

    Belakangan ponsel saya dibanjiri video anak-anak yang sedang bermain Skip Challenge. Banyak orangtua bertanya cara mencegah anak-anak mereka bermain permainan berbahaya itu. Padahal saya sendiri sudah tahu soal permainan sejak bulan Oktober 2016, ketika dilakukan oleh teman dari salah satu anak saya. Saat itu, beberapa orangtua sampai harus datang ke sekolah dan hampir semuanya meminta agar pihak sekolah mengawasi anak-anak dengan lebih tegas. Untungnya pihak sekolah memang sangat tegas, bahkan sampai menerapkan aturan baru yang sebenarnya menambah tugas para guru di sekolah tapi mengurangi kekuatiran orangtua. Saya tak menyangka kalau permainan ini ternyata telah menyebar, hingga dibuat video viral. Video itu sebenarnya bagai dua mata pisau, yang satu karena bisa membuat mata para guru
  • Parenting / Cerita Pendek /
    8 Mar 2017

    Coretan Di Dinding

    Sepi sekali. Tak ada suara anak-anak. Biasanya mereka akan berteriak-teriak hingga seisi rumah seperti sedang konser. Ditambah mainan yang berantakan, maka benar-benar mirip seperti kapal pecah. Aku melangkah pelan ke ruang keluarga. Itu tempat terakhir aku melihat mereka. Tadi mereka sibuk menggambar di atas meja kecil masing-masing. Karena mereka anteng, makanya aku lari ke ruang kerja suamiku, meminjam laptopnya untuk berseluncur di dunia maya. Seperti biasa, kalau anak-anak sibuk, aku juga sibuk. Sekedar meng-update status, membalas komentar atau bahkan browsing berita-berita terbaru. Ada sih ponsel, tapi tak enak membaca di layar kecil itu. Lebih enak pakai laptop, besar dan jelas. Saat aku masuk, anak-anak sudah tak ada di depan meja mereka. Mataku justru melihat keduanya sedang b
  • Psikologi /
    5 Mar 2017

    Permainan Membaca Pemikiran Anak

        Ada satu permainan yang sering saya mainkan bersama anak-anak. Permainan berpikir yang memancing tak hanya tawa geli, tapi mengajari saya untuk memahami anak-anak jauh lebih dalam ke pemikiran mereka yang kadang-kadang sulit dibaca. Kita, sebagai orangtua, seringkali sulit memahami mengapa seorang anak selalu melihat segala sesuatu berbeda dengan orang lain. Padahal, sama seperti kita, anak-anak juga sering tak paham mengapa orangtua mereka berpikir berbeda. Karenanya, saya menciptakan permainan otak ini. Sebagai contoh, saya meminta anak-anak menuliskan keinginan mereka. Entah itu, ingin sepatu baru, ingin mencoba rambut baru, ingin kursus tambahan, ingin berhenti dari ini atau itu. Sampai kemudian ke hal-hal biasa. Ponsel, sayuran hijau, televisi, Ayah, Adik, belajar, sep
  • Sastra / Puisi /
    2 Mar 2017

    Gadis Kecil Dari Masa Lalu

    Kala ketika sendiri… Ada  saat dimana aku terkenang sesuatu Dada terasa berat, nafas terasa tersendat Sosok gadis kecil itu, dari masa lalu Kutarik nafas dalam-dalam, mengenang hari-hari yang dilewati gadis kecil itu   Ia takut, tapi tak pernah sebutkan Ia kuatir, tapi tak pernah berkata Ia gentar, tapi tak pernah gemetar Semua ia sembunyi jauh di dalam sudut hati, berharap tak satupun orang tahu Tiada beban kala ia bicara, tersenyum, dan tertawa Gadis kecil pemberani dengan mata besar yang selalu ceria   Tak ada yang tahu… Sendiri ia menangis, sepi ia mendesah Rindu pelukan keluarga, yang entah ada dimana Masalah bagian dari hari-harinya, semua ia selesaikan Bingung landa setiap waktunya, semua ia rasakan Dalam kesendirian, tanpa keluh kesah.   Sampai tub
  • Dunia Kerja /
    23 Feb 2017

    Ibu Bekerja, Mereka yang Tersudutkan.

    Sudah lima belas menit sejak pesawat meninggalkan landas pacu Bandara Internasional Soekarno Hatta. Mata yang mengantuk dan tubuh yang lelah akibat lembur mengerjakan presentasi untuk proyek ini selama beberapa hari membuat saya langsung tidur begitu duduk di kursi penumpang. Tak seperti tiga perjalanan internasional sebelumnya, pagi ini saya berangkat terlalu terburu-buru untuk menikmati perjalanan. Mungkin karena mulai terbiasa, anak-anak juga hanya menggumam tak jelas saat dini hari tadi saya berpamitan. Mereka sudah menitipkan oleh-oleh dan foto tempat yang diinginkan semalam, ketika saya menge-pack barang. Hanya Ayah, suami tercinta yang mengantar hingga pintu keberangkatan. Bertahun-tahun bersamanya, satu hal yang tak pernah berubah adalah satu hal itu. Ia selalu terlihat kuatir t
  • Kontes/Lomba/Event / Gaya Hidup /
    19 Feb 2017

    Menata Hari Tua Yang Bahagia

      Membangun masa pensiun yang bahagia di hari tua sama seperti membangun sebuah rumah. Pembangunannya memerlukan waktu, rencana dan konsep yang jelas serta sesuai dengan kebutuhan. Tak ada yang bisa menjamin masa depan akan selalu berakhir dengan indah. Apapun pekerjaan seseorang, apapun yang ia lakukan, ketika pondasi masa pensiun tidak dipersiapkan dengan matang, maka semua konsep rencana dan cita-cita tidak akan terwujud.   MEMBUAT KONSEP ‘BAHAGIA’ Konsep bahagia bagi setiap orang tentu berbeda. Seperti memilih model sebuah rumah yang menjadi impian, maka seperti itu pula konsep bahagia yang kita tentukan untuk hari tua. Secara sederhana, banyak yang memilih hari tua yang bahagia dengan bisa memiliki rumah sederhana di lokasi yang seperti tempat liburan, bisa me
  • Parenting / Gaya Hidup /
    19 Feb 2017

    Ekspresikan Diri Dengan Sepatu!

      Beberapa tahun terakhir ini saya baru menyadari satu hal, saya sangat suka sepatu. Kalau beli sepatu, saya bisa membeli beberapa pasang sekaligus. Untuk hobi yang satu ini, saya rela menabung dan bekerja lebih keras untuk bisa membeli sendiri. Dalam keseharian pun saya lebih banyak memakai sepatu daripada sandal. Kaki itu adalah bagian dari aurat wajib yang harus ditutupi dengan baik dan sempurna. Tapi kalau keseringan belanja sepatu, waaaah niat menabung bisa gagal total. Karena itu, saya lebih suka tidak pernah melewati atau pergi ke toko sepatu. Lebih baik tidak usah, daripada harus susah payah menekan ego untuk belanja. Kecuali ada anggarannya, atau memang saya merasa perlu mencari pengganti sepatu yang sudah rusak atau berganti pemilik, barulah sepatu baru siap dicari. Bagi

KONTAK

BUNDA IIN AJID

Blogger, Istri Aa Ajid, Emak si Trio - Kakak (15), Abang (12) & Adek (8). 

Mau baca tulisan yang lain? Cek blog lainnya: Iinajid.comDiarybundaiin dan Ruang Cerita

Tulisan Terbaru

Komentar

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia