Catatan Bunda Iin

  • Spiritual /
    25 Jun 2015

    Di Balik Kuliner Ramadan

    Ramadan, memang bulan saat kita menahan lapar dan dahaga. Tapi di bulan tersebut, ada banyak makanan dan minuman yang khusus disajikan. Di Jakarta, berbagai sudut kota bermunculan pasar-pasar Ramadan yang menyajikan berbagai aneka makanan. Tak seperti di daerah, Jakarta yang menjadi pusat Indonesia ini memberikan banyak pilihan kuliner dari berbagai daerah. Tentu saja karena kota ini adalah kota yang paling banyak kaum pendatangnya. Saat Ramadan, saat di mana manusia berbondong-bondong ingin kembali ke fitrah. Tak heran, Ramadan juga identik dengan mengenang kekhasan saat masa seseorang masih polos. Itu sebabnya, mereka yang dari daerah pasti akan berburu makanan khas Ramadan daerahnya masing-masing. Makanan khas itulah yang tak hanya mampu menjadi penghilang lapar, tapi sekaligus juga p
  • Spiritual /
    29 Dec 2014

    Menuju Jalan Syar'i : Gaya Berpakaian Muslimah

    Menuju jalan syari yang pertama ingin saya bahas adalah soal gaya berpakaian atau penampilan. Dalam berpakaian, ada orang yang mengutamakan kecantikan. Yang lain mengutamakan kenyamanan. Tapi ada juga yang lebih mengutamakan apakah pakaian mereka sesuai syariah agama yang dianut atau tidak. Dulu buat saya, kenyamanan adalah yang paling utama. Sedangkan faktor sesuai syariah atau tidak menyusul kemudian. Namun seiring waktu saya menyadari sesuatu yang maha penting. Ternyata faktor utama dalam memilih pakaian bagi seorang muslimah itu adalah kesesuaian dengan syariah. Karena semua yang sesuai dengan syariah, insya Allah pasti nyaman dan pasti aman bagi pemakainya. Untunglah, lingkungan saya yang sebenarnya cukup kuat memegang aturan dalam berpakaian muslim memahami bahwa untuk mengubah p
  • Spiritual /
    29 Jun 2014

    Puasa Dan Anak-Anak

    Saya menebar lima puluh bibit tomat. Namun, kelimapuluh bibit tomat itu tidak tumbuh bersamaan. Seminggu berlalu sejak saat saya menebarkan dan tak lebih dari sepuluh bibit yang tumbuh. Baru hari-hari selanjutnya bibit-bibit lain menyusul. Meski begitu, ternyata jumlah bibit tomat yang tumbuh tetap tak sampai lima puluh buah. Seperti menebar bibit tomat, seperti itulah menanamkan kesadaran berpuasa. Meski sama-sama diusahakan pada waktunya, tak semua kesadaran untuk berpuasa itu dengan mudah dijalankan anak-anak. Seperti bibit tomat, timbulnya kesadaran untuk berpuasa itu tergantung dengan berbagai hal termasuk lingkungan tempat mereka tumbuh dan berkembang. Dan seperti bibit tomat yang baru tumbuh, kapan waktu yang tepat mengajari puasa pada anakpun tidak selalu sama. Untuk bisa berpuasa
  • Spiritual / Gaya Hidup /
    9 Aug 2013

    Menikmati Inti Lebaran

    Lebaran, selalu dihiasi dengan kebahagiaan dengan berbagai cara. Ada yang sederhana, ada yang mewah, sampai mewah yang teramat luar biasa. Sebagian mungkin merayakannya dengan dana yang teramat minim, yang lain mungkin merayakannya dengan dana yang berlimpah. Semua menyambut hari kemenangan dengan cara yang berbeda, tapi intinya semuanya untuk merayakan hari penting bagi umat Muslim ini.   Buat saya, tahun ini masih menjadi tahun perbaikan diri saya yang masih berlanjut. Banyak yang bilang, terutama orang-orang di masa lalu, bahwa perubahan diri saya jelas-jelas terlihat sekali. Mungkin karena pengalamanlah yang menjadi guru terbaik untuk itu, pengalaman selama 35 tahun merayakan lebaran membuat saya sedikit demi sedikit memahami inti lebaran sesungguhnya. Saat kanak-kanak, buat saya
  • Spiritual /
    10 Jul 2013

    Ramadan, Memulai Harapan Baru

    Secara pribadi untuk saya Ramadan bukan sekedar bulan di mana setiap muslim menikmati pesta pahala terbesar sepanjang tahun, atau bulan di mana seorang muslim kembali menjadi fitrah. Untuk saya, inilah awal dari langkah baru untuk merencanakan, menargetkan dan menancapkan sebuah prasasti cita-cita dan keinginan yang Insya Allah akan dijalani di sepanjang tahun berikutnya hingga Ramadan berikutnya datang lagi. Seperti lumrahnya sebuah rencana, ada yang gagal, ada pula yang berhasil. Tahun ini, saya mengukir kesuksesan dalam kesehatan pribadi karena untuk setahun ini saya berhasil menghindari operasi atau tinggal sementara di rumah sakit. Padahal mengingat kesibukan yang makin meningkat, itulah hal satu-satunya yang membuat keluarga terutama suami selalu meragukan kemampuan fisik saya berba
  • Spiritual / Puisi /
    21 Aug 2012

    Kemenangan Sejati

    Kemenangan itu apa sih? Tanda tanya itu selalu terbit di kepalaku setiap kali Lebaran tiba. Jika kemenangan itu berarti puasaku yang full satu bulan, itu tetap tak menjawab pertanyaanku itu. Kemenangan kata Ustad, adalah ketika kau mengisi seluruh hari di bulan Ramadhan dengan amal ibadah yang sebanyak-banyaknya, diakhiri dengan tutupnya puasa sebanyak hari di bulan Ramadhan dan membersihkan hatimu dari dosa-dosa. Tapi… kenapa ada banyak sekali orang yang tidak berpuasa full, apalagi beribadah secara sungguh-sungguh menganggap dirinya sudah ‘menang’ ? Nah itu yang kemudian membuatku heran… Yang aku lihat adalah kemenangan itu diartikan sebagai tanda kita boleh berpesta pora menikmati THR sebebas-bebasnya. Bahkan kalau perlu menyulap kartu kredit dan utang sana sini
  • Spiritual / Cerpen Remaja / Cerita Pendek /
    7 Aug 2012

    Kisah Ramadhan - Hikmah Mengaji

    Kisah tentang makna di balik perintah mengaji “Jen, udah ngaji beluuum?”"Jangan lupa, selesai sholat ngaji dulu. Jen.”"Hapalanmu sudah sampai mana? Kok gak maju-maju sih?” Kata-kata itu menemaniku sejak kecil. Suara Ibu yang berkali-kali dan tak pernah lelah mengingatkan aku untuk rajin mengaji. Entah dari kapan aku mulai mengaji, aku bahkan sudah lupa. Rasanya kalau tak salah, aku belum sekolah TK ketika Ibu ‘menyeret’ ku ke Mesjid. Aku memang segan ikut belajar mengaji waktu itu. Masdar Ali, nama guru mengajiku terkenal galak luar biasa pada anak-anak yang suka bermain-main di depan halaman ketika shalat berjama’ah berlangsung. Meskipun tak pernah dimarahi, tetap saja suara seram Masdar membuatku takut padanya. Tapi ketakutan itu hanya sesaat,
  • Spiritual /
    6 Aug 2012

    Kisah Ramadhan - Ikhlas

    Kisah tentang Ikhlas Dulu seperti kebanyakan orang, saya juga memiliki tujuan hidup. Tentu saja meraih keberhasilan dunia dengan paling tidak memiliki jabatan dan menjadi kaya karenanya. Tujuan yang sebenarnya cukup beralasan mengingat masa kecil saya yang selalu hidup dalam kesulitan ekonomi. Saya ingin menjadi kaya, agar orang-orang yang saya cintai akan mendapatkan kemudahan dalam melakukan apapun yang mereka inginkan, tidak seperti saya yang untuk sekedar hidup saja harus berjuang setengah mati. Pepatah yang mengatakan bahwa hidup itu bagai sebuah roda, kadang di atas dan kadang di bawah itu ternyata benar terjadi pada saya. Dalam kehidupan, saya mengalami banyak perubahan. Terkadang memang perubahan itu baik untuk saya tapi terkadang kehidupan itu membawa saya pada perubahan yang
  • Spiritual / Cerpen Keluarga / Cerita Pendek /
    23 Jul 2012

    Kisah Ramadhan - Mama dan Sepotong Roti

    ] Sepuluh tahun yang lalu, di awal Ramadhan. Ketika semua orang bersiap menyambut kedatangan bulan penuh berkah. Saya juga sedang bersiap menyambut kedatangan ‘berkah’ yang sudah lama dinanti-nantikan seluruh keluarga. Empat tahun telah berlalu sebelum berkah itu menghampiri kami. Bahkan jatuh bangun, mencoba segalanya hanya agar senyum ceria seorang anak bisa menghiasi rumah tangga kami yang sunyi. Dan saya masih ingat dengan jelas malam-malam yang terasa panjang setelah dokter mengumumkan jadwal operasi. Jadwal itu tepat dua hari sebelum Ramadhan tiba. Kami tak lagi bisa mundur karena kehamilan saya saat itu sudah lewat dua minggu dari tanggal kelahiran sseharusnya. Ramadhan itu, saya menjadi Ibu, namun baru memahami arti ketulusan itu bertahun-tahun kemudian. Ketulusan dar
  • Spiritual /
    13 Jun 2012

    Menghitung Nikmat

    “Habis ini apalagi yah?” itu pertanyaan saya setengah kelelahan setelah serangkaian pemeriksaan yang harus saya lewati. Saya benar-benar kehabisan tenaga karena menunggu berjam-jam, disuntik berkali-kali karena perawat sulit menemukan aliran yang tepat hingga berbagai peralatan yang diujikan di tubuh saya untuk memastikan saya siap menjalani operasi. Jangan tanya berapa lebam di kedua tangan akibat suntikan berkali-kali itu, karena saya sendiri sudah kebal oleh rasa sakitnya. Saya lelah, karena kesekian kalinya Allah menurunkan penyakit lagi untuk saya. Ya Allah…. belum cukupkah perubahanku? Belum mampukah Kau memaafkan kesalahan-kesalahanku di masa lalu? Dan akhirnya muncul pertanyaan itu… Habis ini apalagi yang harus saya lewati? Berapa banyak lagi operasi yang h

KONTAK

BUNDA IIN AJID

Blogger, Istri Aa Ajid, Emak si Trio - Kakak (15), Abang (12) & Adek (8). 

Mau baca tulisan yang lain? Cek blog lainnya: Iinajid.comDiarybundaiin dan Ruang Cerita

Tulisan Terbaru

Komentar

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia