Catatan Bunda Iin

  • Cerita Pendek / Serial : I Wanna Be Emak / Cerpen Remaja / Cerpen Keluarga /
    26 Mar 2016

    Mendung Di Wajah Kakak

    Aku mengeluh dalam hati saat mobil berbelok dan terhenti. Macet. Cukup panjang pula. Aku menghela napas lagi, tidak tahu harus melakukan apa kalau sudah seperti ini. Tak mungkin berbelok atau memutar mengambil jalan lain. Jalan ini terlalu sempit dan dari arah berlawanan pun sama macetnya. Mau tak mau mobilku hanya bisa berjalan mengikuti antrian kemacetan itu. Suara teman-teman Kakak, panggilan sayang untuk putriku, yang sedang berbincang membuatku tersenyum. Mataku melirik mereka. Untunglah aku tak sendirian. Mendengarkan mereka berbincang, bercanda bahkan tertawa-tawa seperti itu membuatku ikut terhibur. Tapi mendadak Kakak terdiam sesaat setelah ia tergelak karena candaan temannya. Ia memandang keluar jendela mobil seperti orang kaget. Dengan perasaan tak enak aku kembali melihat ke b
  • Serial : I Wanna Be Emak / Parenting / Cerpen Remaja / Cerpen Anak /
    30 Jan 2016

    I Wanna Be Emak : Walau Hanya Hobi

    Jemari Emak sibuk menggambar garis-garis simetris membentuk gambar infografis yang ia mau. Walaupun tampak jelek, Emak tak peduli. Ia hanya ingin memberi gambaran kepada Ningsih dan Fadil, dua karyawan baru di bagian creative yang sedang di-trainingnya. “Nanti kamu kasih shadingnya di sini, di sini dan di sini,” kata Emak sambil terus menggambar. “Terus gimana caranya saya buat kotak ini supaya ngelipat gitu, Bun?” tanya Fadil. Kali ini Ningsih yang menjawab, “ya tinggal diwarp aja kan, Bun?” Emak hanya mengangguk kecil. Lalu setelah selesai, Fadil mengambil alih tempat duduknya dan Emak berdiri di belakang. Sesekali ia memberi instruksi dengan menunjuk layar berukuran 14 inch itu. Sesekali Ningsih dan Fadil bertanya, terkadang Emak yang menjawab,
  • Serial : I Wanna Be Emak /
    8 Jul 2015

    MENGENAL SUARA-SUARA HEWAN

    Suatu sore ketika Emak tengah duduk-duduk sambil membaca majalah wanita terbaru, tiba-tiba Ade yang baru saja membongkar kotak mainannya mendekat. “Mak, ini apa?” tanya Ade sambil mengacungkan sebuah mainan. Emak menoleh. “Ooh, itu piano mainan bekas Kakak dulu. Sudah rusak, Neng. Sudah tidak bisa bunyi lagi,” jawab Emak. Piano itu terdiri dari beberapa tuts nada dasar di bagian bawah, sementara di atasnya ada beberapa tuts berbentuk hewan seperti bebek, ayam, burung, kucing, anjing dan bahkan katak. Dulu ketika masih bisa berbunyi, tuts-tuts berbentuk hewan itu berbunyi seperti suara hewan. Jadi jika menekan kucing maka yang terdengar ‘meong’ dan begitu pula yang lainnya. Ade diam saja, tapi rasa penasarannya belum hilang dan ia tetap menekan-nekan tut
  • Spiritual / Serial : I Wanna Be Emak /
    1 Jul 2015

    Tips ala Emak, Tetap Sehat Saat Berpuasa

    Siapa yang bilang kalau punya penyakit tidak bisa berpuasa? Bohong ah, itu cuma pengen menghindar dari kewajiban saja. Emak bisa bilang begitu karena Emak sendiri punya penyakit yang bisa dijadikan alasan untuk tak berpuasa. Penderita diabetes tipe dua sejak sepuluh tahun lalu, dan baru-baru ini pun resmi menyandang radang usus gara-gara lupa mengontrol makanan yang ‘terlarang’ dokter. Maag pun berubah jadi radang. Bahkan buntut-buntutnya Emak tak bisa menghadiri acara penting keluarga karena keburu kelenger tak bisa bangun alias pingsan dengan sukses. Emak sampai menangis waktu pemeriksaan endoskopi terpaksa ia jalani karena penyakit baru itu. Kata Ayah, puasa itu kewajiban yang pasti punya banyak rahasia kebaikan yang tidak atau belum diketahui manusia. Allah SWT selalu men
  • Serial : I Wanna Be Emak /
    1 Jul 2015

    ARISAN KANTOR

    Untung kesekian kalinya Emak menghapus keringat di keningnya. Tenang saja. Sebentar lagi ia tiba. Sebentar lagi kakinya yang mulai terasa senut-senut akan bebas. Desakan yang terus menekan tubuhnya ke depan akan segera berakhir. Dari kejauhan, gedung kantor berlantai empat yang baru beberapa bulan lalu baru selesai direnovasi telah terlihat. Emak menghela nafas panjang. Mengumpulkan kekuatan baru untuk bersiap-siap turun dari bis kecil berwarna orange yang padat itu. Tadi Ayah sudah bersiap untuk mengantar Emak ke aula kantor. Hanya saja rengekan Ade langsung menghentikannya. Biasanya Ade ikut kalau Emak arisan. Tapi hari ini badannya sedikit demam dan salah satu dari Ayah atau Emak harus tinggal untuk menghadapi rengekannya. “Tugas! Tugas!” terdengar teriakan kernet Metro min
  • Serial : I Wanna Be Emak /
    24 Jun 2015

    GANTI NAMA

    Emak selalu kuatir. Memiliki dua anak perempuan yang manis dan lucu, selalu membuatnya berpikir dua kali lebih waspada dibandingkan memikirkan Abang. Zaman di mana kini kebebasan bergaul sering jadi masalah, bahkan berakibat fatal hingga anak akhirnya terjebak dalam kesalahan. Emak tak mau membayangkan kedua anak perempuannya nanti akhirnya malah menjadi istri-istri dari lelaki tak baik atau kehilangan masa depan mereka yang cerah karena pergaulan bebas dan tak mengenal etika pergaulan yang benar. Sedari dini, Emak pun mencoba mengenalkan metode pengamanan diri sendiri pada anak-anak. Terutama anak perempuan. Seperti mengajarkan bahwa hak mereka untuk melindungi diri sendiri dengan tidak membiarkan orang lain menyentuh bagian tubuh mereka, jika mereka tak menyukai atau merasa nyaman. &ldq
  • Serial : I Wanna Be Emak /
    21 Jun 2015

    I Wanna Be Emak : Duka Emak

    Ramadhan baru berjalan empat hari. Tapi empat hari ini selalu ada berita duka yang sampai pada Emak. Airmata Emak seperti dilarang berhenti. Walaupun anak-anak dan Ayah begitu berusaha menceriakan kembali hati Emak, tetap saja airmata jatuh lagi. Siapa tak sedih ketika teman-temannya berduka? Apalagi buat Emak, teman-teman Emak lebih seperti saudari-saudari Emak. Ketika mereka gembira, hati Emak juga gembira, dan ketika mereka sedih, Emak juga sedih. Setiap hari ada banyak yang datang dan pergi, banyak yang lahir tapi banyak juga yang meninggalkan dunia. Tapi tiap kali ada teman Emak yang hamil, Emak selalu merasa seperti Emaklah yang sedang hamil. Ketidakmampuan Emak beranak sepuluh membuat Emak selalu ingin menganggap setiap anak adalah anak Emak. Karenanya, Emak selalu berusaha me
  • Serial : I Wanna Be Emak /
    18 Mar 2015

    I Wanna Be Emak : Jadi Manajer

    Suatu kali Emak menyindir Ayah “Ayah, teman Emak seangkatan zaman kerja sekarang jadi manajer, dandan cantik dan badannya oke-oke. Belum bawaannya yah… wuaah mobil mewah, cing.” Dan Ayah mengabulkan permintaan Emak jadi manajer… Bukan Manajer kantoran… Emak diperbolehkan bergabung dalam komite khusus Marching Band, yang pekerjaannya setara dengan Manajer alias Koordinator. Wuiih, title keren itu akhirnya disandang Emak dengan bangga. Tapi, jauh dari kenyataannya. Boro-boro bisa dandan cantik, boro-boro bisa punya alasan untuk merampingkan badan, apalagi sampai bisa jjs sana sini naik mobil. Semuanya hanya mimpi. Emak harus ekstra sabar menghadapi pekerjaan yang berbeda dengan bayangan Emak. Meskipun punya sejibun pengalaman kerja, semua tak ada yang berguna s
  • Serial : I Wanna Be Emak / Cerpen Remaja /
    6 Mar 2015

    (I Wanna Be Emak) Sindiran Lima Ciri-Ciri

    Suatu hari, Emak dan Kakak mengobrol di balkon rumah… sambil jemuran pakaian. Emak melirik Kakak yang tiap beberapa menit mengambil hapenya, tersenyum dan lalu mengetik beberapa kata sebelum memasukkan lagi ke dalam kantung celana trainingnya. Emak pun mulai melancarkan taktik. “Kata temen Emak, lima ciri-ciri anak perempuan sedang dekat sama seseorang itu adalah…. Mendadak yang doyan makan 2-3 piring, sekarang jadi lebih sering bilang ‘kenyang Mak, tadi udah makan di sekolah’ Sering minta izin pulang telat, izin konsul ke tempat les dan izin main ke rumah teman. Izin sampai jam tiga sore, sampai di rumah jam lima sore Mendadak jadi wangi, rapi dan bahkan mencuci sepatu tanpa diomeli dulu Handphone adalah benda wajib yang dibawa kemana, dikunci dengan passwo
  • Serial : I Wanna Be Emak /
    29 Apr 2012

    Arti Tangis Ayah

    Semua sedang berkumpul di ruang keluarga, sementara Emak dan Kakak berada di dapur menyiapkan cemilan, pisang goreng tepung untuk keluarga. Karena ruang keluarga berada tepat di samping dapur, maka obrolan Ayah dan Abang terdengar juga oleh Emak dan Kakak. Ayah sedang menasehati Abang yang baru saja berhenti menangis. Ayah berusaha mengalihkan perhatian si abang yang masih marah karena lututnya terbentur mobil-mobilan yang sedang ditumpangi Ade. Sambil membujuk Abang yang masih sesegukan, Ayahpun berkata menyombongkan diri. “Coba Abang meniru Ayah. Ayah nih, gak pernah nangis kan? Waktu kecil juga Ayah gak cengeng. Apalagi anak cowok, gak boleh gampang nangis. Anak cowok harus tangguh, harus kuat dan gak cengeng. Apalagi anaknya Ayah!” Tangan Ayah menepuk-nepuk bahu Abang. Aba

KONTAK

BUNDA IIN AJID

Blogger, Istri Aa Ajid, Emak si Trio - Kakak (15), Abang (12) & Adek (8). 

Mau baca tulisan yang lain? Cek blog lainnya: Iinajid.comDiarybundaiin dan Ruang Cerita

Tulisan Terbaru

Komentar

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia