Catatan Bunda Iin

  • Psikologi /
    5 Mar 2017

    Permainan Membaca Pemikiran Anak

        Ada satu permainan yang sering saya mainkan bersama anak-anak. Permainan berpikir yang memancing tak hanya tawa geli, tapi mengajari saya untuk memahami anak-anak jauh lebih dalam ke pemikiran mereka yang kadang-kadang sulit dibaca. Kita, sebagai orangtua, seringkali sulit memahami mengapa seorang anak selalu melihat segala sesuatu berbeda dengan orang lain. Padahal, sama seperti kita, anak-anak juga sering tak paham mengapa orangtua mereka berpikir berbeda. Karenanya, saya menciptakan permainan otak ini. Sebagai contoh, saya meminta anak-anak menuliskan keinginan mereka. Entah itu, ingin sepatu baru, ingin mencoba rambut baru, ingin kursus tambahan, ingin berhenti dari ini atau itu. Sampai kemudian ke hal-hal biasa. Ponsel, sayuran hijau, televisi, Ayah, Adik, belajar, sep
  • Psikologi / Gaya Hidup /
    6 Feb 2017

    Demi Hak Pribadi atau Serakah Belaka?

      Tak ada yang tahu artinya berbahagia memiliki sesuatu, sampai ia memiliki sesuatu itu. Rasa senang dan bahagia itu seperti permen manis yang terus-menerus ingin dirasakan. Tentu dengan mempertahankan kepemilikan, maka diharapkan rasa itu takkan pernah hilang. Tapi ada banyak sekali manusia yang ingin memiliki sesuatu bukan karena sekadar ingin merasakan kebahagiaan belaka. Buat mereka, memiliki tanah atau properti adalah bagian dari kebutuhan yang wajib dipenuhi untuk melindungi keluarganya. Kebahagiaan bukan karena memilikinya, tapi karena fungsinya membuat sumber kebahagiaan mereka terlindungi dengan baik dan sumber kebahagiaan itu adalah keluarga. Sayangnya, akibat ketidakmampuan mengendalikan nafsu membuat seseorang akhirnya menjadi serakah dengan rasa bahagia yang ia rasakan
  • Psikologi / Parenting /
    27 Jan 2017

    Tips Mempertahankan Peran Orangtua

    Menjadi orangtua itu tak ada sekolahnya. Itu pendapat hampir semua orang, juga saya. Secara alamiah, manusia mengalami proses menjadi orangtua. Suka atau tidak, mau atau tidak mau. Proses itu terjadi setelah manusia menjadi dewasa dan mengenal pasangan. Tapi, menjadi orangtua tak pernah ada kata berhenti untuk belajar. Ilmunya memang tak bisa diperoleh dalam satu bidang tertentu saja. Untuk menjadi orangtua yang baik, tak hanya harus memahami teori namun juga langsung praktek. Ada fakta menarik dari orangtua zaman sekarang yang saya bandingkan dengan orangtua zaman dulu, sekaliber mertua yang anak termudanya sudah akhir 20an. Ada satu perbedaan besar, orangtua zaman dulu tidak bersaing peran dengan teknologi. Sementara orangtua zaman kini justru sebaliknya. Walaupun teknologi membantu m
  • Psikologi / Review / Gaya Hidup /
    23 Jan 2017

    Food Delivery Ojek Online yang Telat

    Pernah mencoba food delivery yang sekarang marak ditawarkan oleh provider ojek online? Hari itu, saya ingin mencobanya. Sekalian ingin memberi review non payment yang netral, maka saya pun mencoba dua provider ojek online selama dua minggu berturut-turut. Saya tidak bisa melakukan selama dua kali dalam seminggu karena ada aturan di rumah kami kalau hanya boleh makan dari luar seminggu sekali. Itupun hanya boleh dilakukan ketika saya benar-benar tidak sempat atau sedang punya kerjaan yang tak bisa ditinggalkan. Minggu pertama, saya berniat memesan untuk makan malam saja. Hari itu, saya harus ke kantor menyetor pekerjaan bersama putri bungsu yang selalu ikut. Sementara anak-anak yang lain baru pulang menjelang sore karena kegiatan ekskul sekolahnya masing-masing bersama suami. Tiba di rumah
  • Psikologi / Spiritual /
    4 Jan 2017

    Ujian Sesungguhnya

    Setelah seminggu, akhirnya ruang keluarga ini kembali dipenuhi seluruh anggota keluarga. Suami, aku dan ketiga anakku duduk bersama menikmati sepiring pisang goreng bersalut coklat dan keju. Abang berbaring di sofa bed dengan wajah yang masih belum sepenuhnya segar seperti biasa, Kakak duduk menonton sambil memainkan rambut ikal mayangnya. Sementara Ade bergelayutan di pundak Ayahnya. Pemandangan ini hilang selama seminggu. Kami harus bergantian menjaga Abang yang sakit keras dan harus dirawat. Hanya berdua tanpa ingin merepotkan saudara yang lain, kami menjalani ujian itu dengan ikhlas. Tapi… ada segelintir rasa kesal menyelimuti kalbuku sejak putra kami pulang. Bukan karena amburadulnya agenda kerjaku atau bergunungnya pekerjaan di rumah karena kami harus meminggirkan semua uru
  • Psikologi /
    28 Dec 2016

    Virus Bahagia

    Suatu hari, internet di rumah tidak bisa digunakan seperti biasa. Padahal di saat yang sama saya sedang membutuhkannya untuk mengirim sebuah pekerjaan penting ke kantor. Tapi akibat internet yang tiba-tiba ngadat, akhirnya saya harus berjuang di tengah kemacetan mengantar dokumen penting yang sudah ditunggu. Tentulah hal ini menyebabkan saya jadi kesal. Apalagi ditambah dengan respon customer service yang teramat lambat (menurut saya sih… ) maka jadilah saya marah-marah saat menghubungi Customer Service provider internet yang saya gunakan. Meski kemarahan itu masih dalam batas wajar, tapi tetap saja marah ya marah. Di lain waktu, saya terpaksa menahan geram ketika saat berhenti di lampu merah tiba-tiba kaki yang sedang menjadi penyeimbang motor ditindih kaki orang lain yang ternya
  • Gaya Hidup / Cerita Pendek / Psikologi / Parenting /
    27 Jul 2016

    Apa itu Dijewer, Ma?

    “Ma, apa itu dijewer?” Aku termangu mendengar pertanyaan aneh itu keluar dari bibir polos gadis kecilku. Si tujuh tahun yang bercita-cita jadi artis itu. “Loh, emang Ara gak tahu apa itu dijewer?” tanya temanku yang juga sedang menjemput putrinya yang sekelas dengan Mutiara, putriku. Ara menggeleng. Entah apa aku harus merasa senang atau malah sedih. Seumur hidup Ara, aku tak pernah sekalipun menyentuh telinganya dengan kasar. Jangankan menjewer, mencubit atau memukulnya, membentaknya saja aku tak tega. Aku tak pernah mau menggunakan kekerasan untuk mendisiplinkan putriku. Apalagi selama tujuh tahun mengasuh Ara, aku tak pernah kesulitan mencegah atau memintanya melakukan sesuatu. Tentu saja, seperti anak-anak lain, Ara juga sering membantah atau sesekali ngambek.
  • Gaya Hidup / Psikologi / Pendidikan / Parenting /
    17 Jul 2016

    Persiapan Hari Pertama Masuk Sekolah

    Besok hari pertama masuk sekolah. Tapi tidak buat dua anak saya karena hari Sabtu kemarin mereka telah masuk sekolah. Tepatnya untuk memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah mereka yang baru. Di hari pertama itu, saya dan suami harus berbagi tugas. Saya mengawal si putra dan suami mengantar si putri. Sebenarnya bukan kebiasaan kami berdua ikut-ikutan menunggui anak-anak di sekolah. Tapi karena hari Sabtu, dan ada saran dari pihak sekolah untuk mendampingi mereka serta melengkapi beberapa berkas, maka kami melakukannya. Tapi, karena si putri sudah masuk sekolah menengah dan diantar oleh Ayahnya, saya mewanti-wanti sang Ayah untuk hanya mendampingi dari jauh. “Biarkan dia masuk sendiri! Biarkan dia menemukan kelompok kelasnya sendiri! Biarkan dia yang mendekati Ayah kalau dia yang p
  • Psikologi / Pendidikan / Parenting /
    13 May 2016

    Pasca Ujian Nasional, Ujian Mental Orangtua

    Bulan Mei tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya adalah saat ujian Nasional sekolah diadakan. Selain persiapan yang dilakukan sejak hari pertama masuk sekolah tahun ajaran dimulai, banyak faktor pendukung lain yang juga dilakukan oleh semua pihak yang berkaitan. Tak usahlah kita bicara tentang persiapan sebelum ujian, karena sebagian dari anak-anak sudah melewatinya. Tinggal Ujian Akhir Sekolah Berstandar Daerah untuk SD yang baru akan dilaksanakan minggu depan. Sekarang adalah masa setelah ujian berlangsung. Masa penantian baik bagi orangtua maupun anak. Berbeda dengan dulu, saat ini hasil ujian Nasional menentukan benar jalan pendidikan bagi seorang anak. Dengan nilai yang tinggi dan bagus, seorang anak bisa menentukan dengan mudah sekolah yang ia inginkan. Sedangkan mereka yang tidak
  • Psikologi /
    5 Apr 2016

    Kekerasan Pada Anak

    Seorang anak seharusnya mendapat cinta dan kasih sayang dari orangtua serta orang-orang dewasa di sekitarnya. Namun, tingkat kekerasan pada anak di Indonesia terbilang cukup tinggi. Berdasarkan hasil survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia, setiap harinya ada 17 kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan ke KPAI sepanjang trimester awal tahun 2014.Hampir setiap hari di media massa, selalu ada berita kekerasan yang dilakukan terhadap anak. Kejadiannya juga sudah sangat beragam, bahkan terjadididalam lingkungan rumah hingga di sekolah. Padahallingkungan rumah dan sekolah adalah salah satu lingkungan di mana anak seharusnya dilindungi dan diberikan hak-haknya. Oleh karena itu, perlu kesadaran dari setiap orang untuk mulai memikirkan cara-cara pencegahan kekerasan terhadap anak. Banyak a

KONTAK

BUNDA IIN AJID

Blogger, Istri Aa Ajid, Emak si Trio - Kakak (15), Abang (12) & Adek (8). 

Mau baca tulisan yang lain? Cek blog lainnya: Iinajid.comDiarybundaiin dan Ruang Cerita

Tulisan Terbaru

Komentar

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia