Catatan Bunda Iin

  • Parenting /
    19 Jun 2015

    5 Tips Mengajak Anak Mengaji Di Rumah

             Orangtua adalah contoh. Sedini mungkin, buat si kecil untuk melihat aktivitas rutin mengaji. Anak adalah peniru ulung. Apapun yang dilakukan orangtuanya pasti akan ditiru oleh anak jika dilakukan setiap hari. Karena itu sejak dini walaupun si anak belum memahami arti gerakan atau bahkan tahu cara berbicara, biasakan agar dia berada di ruangan yang sama saat Ayah dan Ibunya mengaji. Jangan anggap anak sebagai pengganggu konsentrasi saat sholat atau mengaji. Satu dua kali konsentrasi orangtua mungkin terganggu, tapi ketika sudah terbiasa sholat atau mengaji dengan khusyu, maka takkan ada masalah. Waktu mengaji pun tergantung kebiasaan dalam keluarga itu sendiri. Ada yang hanya mengaji di antara waktu magrib dan Isya. Namun, ada pula yang ingin m
  • Parenting /
    13 Jun 2015

    Janji dan Amanah

    “Kalau Ade tampil dengan baik dan menang, hadiahnya main di F*******” “Kalau kalah?” “Asal Ade tampilnya tetap baik dan sesuai latihan, walaupun kalah Mama bakal kasih… coklat.” “Bener ya Mak? Janji loh?” “Janji!” Dan tandatangan pinky promise pun disegel Ade. Itu cara saya ketika membujuk Ade untuk melakukan sesuatu dengan benar. Karena dia sering ikut lomba, seringkali hal-hal terjadi tidak terduga. Entah karena terlalu lama menunggu giliran tampil, atau karena terlalu banyak orang. Seperti Emak, Ade juga kurang nyaman berada di keramaian. Akhirnya kalau tidak ngambek tampil, ya marah-marah gak karuan. Wajar kalau anak-anak seusia Ade bertingkah sedikit, seperti ngambek atau marah. Bahkan pernah ia menangis hany
  • Parenting /
    3 Jun 2015

    Rahasia Di Balik Anak Berprestasi

    Setiap kali Ade berhasil membawa pulang kemenangan, setiap kali itu pula saya berbagi bahagia dengan menge-sharenya di sosial media. Tanpa disangka suatu hari, seorang sahabat justru membalas dengan mengirim bbm bernada mengingatkan. Bbm itu mungkin diperolehnya dari pesan berantai, karena berbentuk kisah tentang pengalaman seorang Mama. Kisah dimana seorang anak tinggal di rumah sakit jiwa karena kebanyakan les dan pelajaran tambahan. Saya senang, ada perhatian dari banyak orangtua mengenai pentingnya untuk memahami anak dan kebutuhannya. Saya juga senang, teman mengingatkan pada saya soal itu melalui pesan yang ia bagi. Tapi jujur, ada sedikit hal yang mengusik hati. Karena pesan yang ia sampaikan sungguh tak pada saat yang tepat. Saat itu adalah dimana saya dan putri tercinta justru se
  • Parenting / Kesehatan /
    6 Mar 2015

    Jenis Cedera Umum Pada Anak Yang Mengalami Kekerasan Fisik

    Saat seorang anak mengalami kekerasan, fisik maupun verbal, akan sulit berterus terang pada orang-orang di sekitarnya. Untuk itu, bagi orang dewasa yang ingin mengetahui apakah terjadi kekerasan fisik pada anak, berikut ini beberapa jenis cedera yang umum terjadi pada anak-anak yang mengalami kekerasan fisik : Memar Memar adalah jenis cedera yang paling umum sebagai tanda kekerasan fisik dan penyebabnya antara lain ditampar, dipukul atau ditinju, digigit atau dipukul dengan benda seperti sabuk, tali atau kabel. Curigai kemungkinan terjadi kekerasan fisik pada anak, apabila seorang anak mengalami memar di tempat-tempat yang tidak biasa, terutama memar di bagian bokong, seputar alat kelamin, punggung, sisi tubuh dan kedua sisi wajah atau kepala, atau di bagian kulit tangan atau kaki yang
  • Parenting /
    25 Dec 2014

    Pesan Untuk Para Putri

    11 Disney Princesses Nak, Pangeran itu tak selalu harus lelaki tampan, baik hati, kaya atau berkuasa. Pangeran juga tak selalu harus menaiki kuda gagah atau kereta yang mewah Pangeran dari dunia putri yang kuperkenalkan padamu datang dari berbagai sudut di dunia Tapi sayang… Kau tak perlu berkulit seputih salju dan berwajah cantik sempurna seperti Si Putri Salju Pangeran pun tak harus mengusir si Ratu Jahat dan menciummu agar tahu ia adalah cinta sejatimu Kau tak perlu bekerja siang dan malam menyenangkan hati Ibu dan saudara-saudaramu seperti Cinderella Atau mencari Ibu Peri Baik Hati untuk memberimu sepatu kaca Hanya agar sepatu itu menuntun Pangeran Tampan untuk menemukanmu Kau tak perlu takut menjahit pakaian hanya karena takut tertusuk jarum seperti Aurora Lalu menunggu Pa
  • Parenting /
    22 Dec 2014

    6. Kencan - Date With The Love Ones

    Banyak Ibu yang merasa anak pertamanya akan semakin sulit diatur ketika adiknya lahir. Ibu kewalahan menghadapi sikap Kakak yang kadangkala di luar kebiasaan. Mereka bukannya tak tahu kalau si Kakak merasakan kurangnya perhatian Ibu padanya. Tapi bagaimana mungkin melakukannya kalau si Adik juga tak bisa dilepaskan karena masih sangat tergantung pada Ibu? Jawaban saya adalah kencan. Kencan bukan hanya untuk pacar atau kekasih. Tapi berkencan dengan anak-anak juga penting. Tidak perlu lama, tapi buatlah menjadi acara berkualitas. Cara pengaturannya adalah memastikan kebutuhan si Adik terpenuhi semuanya. Kalau bisa ditinggal di rumah, maka tinggalkanlah si Adik bersama orang yang dipercaya di rumah, tepat saat si Adik biasanya tidur siang. Selanjutnya, pilih tempat-tempat yang sudah pasti
  • Parenting /
    22 Dec 2014

    5. Belajar Dengan Main, Mengerti Dengan Komunikasi

    Seorang Ibu hanya tak cukup membangun hubungan dengan memberi anaknya kasih sayang dan perhatian untuk memenuhi kebutuhan primernya. Ada banyak hal yang harus diajarkan sekaligus untuk menjadi mediasi komunikasi antara mereka. Komunikasi yang lancar akan memudahkan seorang Ibu menjalankan fungsinya sebagai orangtua, pendidik sekaligus sahabat sejati anak. Hanya kadang, kita lupa satu hal. Anak selalu suka dengan kata main. Buat mereka hal itu sangat menarik melebihi apapun. Meski Ibu dan Ayah marah, tak masalah selama kata main tak dipisahkan dari mereka. Karena itu, pakailah selalu cara belajar dengan bermain. Cara itu selalu berhasil sampai kapanpun. Anak di usia apapun, tetaplah seorang anak. Main selalu jadi tema menarik untuk mereka. Mengapa tidak mengajarkan bernyanyi kalau syair l
  • Parenting /
    22 Dec 2014

    10. Menjalani Dengan Ikhlas, Menikmati Dengan Gembira

    Ikhlas itu sulit diukur. Meskipun menjadi Ibu adalah kodrat, tak semua menjalaninya dengan ikhlas. Karena tidak ikhlas, maka segala hal akan terasa berat untuk dijalani. Meski mulut berkata ikhlas, kalau di hati masih merasa terbebani maka itu artinya masih ada ketidakikhlasan di hati. Ikhlas pula yang akan mengukur ringan atau beratnya seorang Ibu dalam menjalani perannya. Semakin ikhlas, maka ia akan merasa semakin ringan menjalaninya. Bahkan suara tangisan, rengekan dan permintaan anak yang terkadang aneh akan dianggap sebagai seni yang suatu hari akan dirindukan bagi setiap ibu. Siapa yang takkan lelah memenuhi kebutuhan setiap anggota keluarga sendirian? Karenanya berpikir cerdas, cermat dan lincah dalam mengatur rumah tangga harus menjadi syarat utama agar bisa mengurangi kelelaha
  • Pernikahan / Parenting /
    22 Dec 2014

    9. Manajemen Rumah Tangga

    Ketika berinteraksi dengan teman-teman saya yang berasal dari luar negeri, saya menemukan banyak hal menarik. Tak seperti informasi yang diberikan media selama ini, kalau orang bule itu terbiasa hidup bebas, tidak teratur dan memiliki prinsip mengenai rumah tangga yang berlawanan dengan budaya ketimuran, mereka justru berlaku sebaliknya. Di Amerika sendiri, masih banyak pasangan yang sangat menghargai peran Ibu dan rumah tangga yang dinaungi oleh pernikahan resmi. Saking menghargainya, mereka bahkan memperlakukan rumah tangga selayaknya sebuah usaha yang dijalankan bersama, dengan tanggung jawab tinggi dan manajemen yang terencana baik. Berbeda dengan budaya rumah tangga di Indonesia yang kebanyakan memilih go with the flow, mereka malah mengatur berbagai macam hal dalam rumah tangga sep
  • Parenting /
    22 Dec 2014

    4. Membangun Kepercayaan Sejak Dini

    Banyak Ibu mengira ada batas waktu tertentu untuk mengenalkan sesuatu pada anak. Sebagian berpendapat bahwa usia dua tahun belum bisa diajak berkomunikasi ataupun dipercaya melakukan sesuatu. Tapi berdasarkan pengalaman saya pribadi, saya tidak setuju. Saat Kakak dua tahun, ia didiagnosis autis karena sulit berbicara. Tapi saat itu, putri saya memahami apa itu gunting, bahaya dan cara memakainya dengan aman. Saya tidak menyampaikannya melalui kata-kata yang mungkin tidak akan dipahaminya, tapi menggunakan isyarat. Saat saya mengatakan ‘bahaya’ dan ’sakit’, saya menyentuhnya bagian yang tajam sedikit ke tangannya dan ia langsung menarik tangannya, saya tekankan itu ’sakit’ dan ia mengangguk. Lalu berulang kali saya mempraktekkan cara memakai gunting yan

KONTAK

BUNDA IIN AJID

Blogger, Istri Aa Ajid, Emak si Trio - Kakak (15), Abang (12) & Adek (8). 

Mau baca tulisan yang lain? Cek blog lainnya: Iinajid.comDiarybundaiin dan Ruang Cerita

Tulisan Terbaru

Komentar

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia