Catatan Bunda Iin

  • Gaya Hidup / Cerita Pendek / Psikologi / Parenting /
    27 Jul 2016

    Apa itu Dijewer, Ma?

    “Ma, apa itu dijewer?” Aku termangu mendengar pertanyaan aneh itu keluar dari bibir polos gadis kecilku. Si tujuh tahun yang bercita-cita jadi artis itu. “Loh, emang Ara gak tahu apa itu dijewer?” tanya temanku yang juga sedang menjemput putrinya yang sekelas dengan Mutiara, putriku. Ara menggeleng. Entah apa aku harus merasa senang atau malah sedih. Seumur hidup Ara, aku tak pernah sekalipun menyentuh telinganya dengan kasar. Jangankan menjewer, mencubit atau memukulnya, membentaknya saja aku tak tega. Aku tak pernah mau menggunakan kekerasan untuk mendisiplinkan putriku. Apalagi selama tujuh tahun mengasuh Ara, aku tak pernah kesulitan mencegah atau memintanya melakukan sesuatu. Tentu saja, seperti anak-anak lain, Ara juga sering membantah atau sesekali ngambek.
  • Gaya Hidup / Psikologi / Pendidikan / Parenting /
    17 Jul 2016

    Persiapan Hari Pertama Masuk Sekolah

    Besok hari pertama masuk sekolah. Tapi tidak buat dua anak saya karena hari Sabtu kemarin mereka telah masuk sekolah. Tepatnya untuk memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah mereka yang baru. Di hari pertama itu, saya dan suami harus berbagi tugas. Saya mengawal si putra dan suami mengantar si putri. Sebenarnya bukan kebiasaan kami berdua ikut-ikutan menunggui anak-anak di sekolah. Tapi karena hari Sabtu, dan ada saran dari pihak sekolah untuk mendampingi mereka serta melengkapi beberapa berkas, maka kami melakukannya. Tapi, karena si putri sudah masuk sekolah menengah dan diantar oleh Ayahnya, saya mewanti-wanti sang Ayah untuk hanya mendampingi dari jauh. “Biarkan dia masuk sendiri! Biarkan dia menemukan kelompok kelasnya sendiri! Biarkan dia yang mendekati Ayah kalau dia yang p
  • Gaya Hidup /
    17 Feb 2016

    Tayangan Lebay Yang Tak Lagi Menarik

    Suatu kali saat saya mendampingi anak-anak SMP mengunjungi sebuah studio televisi berskala nasional, ada peristiwa menarik perhatian saya. Dari sekitar 100 lebih anak-anak sekolah yang ikut bersama saya, hanya beberapa orang yang mengenal tamu acara dalam program televisi tersebut. Saat mereka bernyanyi pun, anak-anak malah terdiam dan bingung. Yang makin menarik, ketika jeda iklan, salah satu produser televisi mengadakan kuis dadakan seputar acara-acara mereka. Tak satupun anak-anak tersebut bisa menjawabnya. Baru setelah beberapa penonton dari umum lain membisikkannya, mereka pun akhirnya bisa menjawab. Ketika itu, mereka malah tertawa geli sendiri karena menjawabnya dengan acara-acara yang ditayangkan di stasiun televisi luar negeri. Rasa ingin tahu membuat saya pun bertanya pada anak-
  • Gaya Hidup / Sospol /
    22 Jan 2016

    Anak-Anak Kalong

    “Gagahnya bapakmu, In!” “Kereen! Bapakmu nangkep maling ya? Hebat!” Pujian seperti itu sering terdengar di telinga saya. Sedari kecil. Pujian yang membuat saya merasa bangga. Pada seragamnya, pada titelnya, pada dirinya. Gagah, berani, dan sudah pasti disiplin. Di Asrama, pemandangan pria berseragam adalah hal biasa bagi anak-anak kalong, sebutan untuk anak-anak polisi seperti kami. Kami terbiasa dengan lingkungan komando. Artinya patuh pada perintah. Tapi bukan berarti kami jadi takut. Anak-anak kalong justru pemberani, atau bisa dibilang sedikit bandel. Kami bermain di samping tembok penjara, berlari-lari di antara selasar mako ketika jam kantor usai, menyeberangi sungai pembatas asrama bahkan melintasi jalan raya dan menyetop mobil untuk sekedar menumpang ke sek
  • Cerita Pendek / Pernikahan / Gaya Hidup /
    28 Dec 2015

    JANDA

    “Jangan pernah mengucapkan kata-kata itu!” Tyas mengangkat wajahnya, menatap sahabatnya yang duduk di hadapannya. Gelas yang hampir sampai di mulut Tyas terhenti di udara, sebelum akhirnya ia letakkan kembali ke atas meja. Wajah Nola sudah berubah. Tak ada lagi senyum  apalagi tawa di sudut bibirnya yang biasa melengkung dengan cantik itu. Ia pasti marah. Tiap kali Tyas berkata ingin bercerai dengan suaminya, Nola selalu seperti itu. Ia akan mendengarkan semua keluhan Tyas tentang suaminya, ia juga akan tetap diam dan terus begitu sampai airmata Tyas akhirnya menetes. Saat itulah, Nola akan memeluk Tyas masih tanpa berkata apa-apa. Hanya saja, Nola akan berubah marah setiap kali Tyas mengucapkan keinginannya itu. “Jangan bercerai! Jangan pernah menjadi janda, Yas! J
  • Gaya Hidup /
    14 Nov 2015

    Saya Kan Orang Kaya

    Ketika pertama kali mengenal Tina, sebut saja gadis berpotongan rambut pendek seleher itu begitu, keunikannya adalah yang paling menarik hati. Ia seorang gadis yang sudah melewati usia ketigapuluhnya tahun kemarin. Kalau gadis lain yang sudah melewati umur tersebut akan merasa malu dan mungkin bingung, Tina justru tak canggung mengucap, “I am single but I am happy.” Terlepas dari sifat Tina yang unik, gadis bermata bayi itu sebenarnya luar biasa pintar. Dia sudah memiliki dua gelar akademis, namun masih tertarik untuk mengenal dunia psikologi dan akhirnya kuliah di kampus yang sama dengan saya. Banyak yang bilang Tina cantik. Saya pun beranggapan sama. Hidungnya mencuat indah di wajahnya yang berkulit terang namun pipinya bersemu merah muda. Tak ada jerawat atau noda-noda hita
  • Gaya Hidup /
    27 Aug 2014

    Orang Jujur Itu Bahagia

    Jujur itu sulit… Masih banyak orang beranggapan bahwa melakukan sesuatu dengan tulus itu sesuatu yang tidak mungkin, banyak juga yang mengira bahwa kejujuran itu sesuatu yang takkan pernah terjadi di manapun dan masih banyak orang yang berpikir bahwa setiap orang pasti akan berusaha mencari keuntungan pribadi di atas semua pekerjaan yang dilakukannya. Tapi seseorang yang berpikir seperti itu berarti sedang mewakili dirinya sendiri. Mengapa? Karena orang yang berpikir seperti itu pasti tahu kalau dirinya takkan bisa setulus dan sejujur itu. Dia tahu, bahwa kalau dia berada di posisi yang sama kemungkinan besar ia pasti melakukannya. Ia akan menolong seseorang demi sesuatu, ia akan berbuat curang dan korupsi demi untuk kepentingan pribadinya. Padahal… masih banyak orang yang m
  • Gaya Hidup /
    15 Apr 2014

    Bukan Semata Karena Gaji

    “Berapa gaji lo kerja di situ? Enak gak kerjanya?” “Tawarannya lumayan tuh, mbak. Pokoknya aja di atas 3, udah terima aja! Di atas standar.” “Pantas aja lo terima, gajinya lumayan sih di situ.” Pernah mendengar kata-kata itu? Buat karyawan, buruh dan orang-orang yang numpang hidup dengan bekerja pada orang lain, tentu saja percakapan seperti itu tidaklah asing. Setidaknya buat saya, setiap kali ada teman atau ketika saya pindah atau resign karena tawaran pekerjaan lain, percakapan seperti itu selalu saja terjadi. Padahal memilih pekerjaan bukan hanya semata karena besarnya gaji yang diterima, apalagi semenjak adanya standar baku gaji perkotaan yang telah diatur sedemikian rupa hingga ke bidang atau jenis pekerjaan dan usahanya. Biasanya pengusaha besa
  • Gaya Hidup /
    2 Nov 2013

    Para Perempuan Tangguh

    Saya punya banyak teman yang hebat. Mereka membuat saya sadar betapa hidup saya sangat dimudahkan dalam berbagai hal. Mereka, perempuan seperti saya. Namun dalam usia yang masih muda, mereka adalah sosok-sosok kuat yang pemberani, jauh dari kesan cengeng meski hati mereka begitu peka dan sensitif. Sesekali ada sisi lemah wanita yang tak bisa mereka sembunyikan, tapi itu tak melunturkan kekuatan mereka. “Saya habis perbaiki genteng, Bun!” atau “Baru saja nyervis motor nih!” adalah kata-kata wajar yang cuma bisa membuat saya berkerut kening. Membayangkan anak-anak manis dan imut mengerjakan pekerjaan laki-laki seperti itu, benar-benar membuka mata bahwa anak perempuan sekarang diajarkan untuk menjadi tangguh dan mampu menghadapi situasi layaknya seorang lelaki. Tapi
  • Gaya Hidup /
    20 Aug 2012

    Tradisi Yang Menyebalkan

    “Tradisi yang menyebalkan” itu keluhan seorang teman saat memberitahu saya kalau ia belum terlepas dari macet total di Pantura. Ah, siapa yang tak kesal berjam-jam di tengah kemacetan? Bukan lagi ramai lancar, atau padat merayap tapi sudah menjadi padat berhenti total, jelas memancing emosi dan kebosanan yang tiada habis. Memang mudik sudah jadi tradisi, tapi kenapa masih saja menjadi agenda tetap jutaan orang. Bukan lagi milik muslim semata, tapi juga hampir semua rakyat Indonesia dari berbagai agama. Buat mereka, justru ramai-ramai berjuang untuk sampai ke kampung halaman itulah ‘nikmat’ mudik yang sesungguhnya. Sekesal apapun, marilah kita berbesar hati untuk mengambil manfaat, apalagi ketika hal itu adalah untuk niat yang baik. Tradisi hanyalah tradisi, yang

KONTAK

BUNDA IIN AJID

Blogger, Istri Aa Ajid, Emak si Trio - Kakak (15), Abang (12) & Adek (8). 

Mau baca tulisan yang lain? Cek blog lainnya: Iinajid.comDiarybundaiin dan Ruang Cerita

Tulisan Terbaru

Komentar

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia