Catatan Bunda Iin

  • Cerpen Remaja / Kontes/Lomba/Event /
    24 Feb 2012

    Mau Dibawa Ke mana?

    “Aku ingin kepastian. Sebenarnya hubungan seperti apa yang sedang kita jalani, Ram?” Rama mengusap rambutnya. Pertanyaan Ella tadi saat makan siang benar-benar tak bisa pergi dari pikirannya. Ia tak bisa menjawabnya. Ella pun meninggalkannya begitu saja, tanpa bicara lagi. Terlalu gadis itu. Bagaimana mungkin dia bisa begitu mudah menanyakannya lalu pergi begitu saja tanpa membiarkannya menjawab dulu? Kenangan tentang almarhum istrinya datang lagi. Rama dan Alia saling mengisi sejak mereka kuliah, namun pernikahan mereka tidaklah nyata meski mereka saling mencintai. Mereka tak harus melakukan banyak kompromi selama pernikahan karena Alia dan dirinya tinggal terpisah. Alia meninggal karena kecelakaan pesawat saat akan kembali padanya setelah menyelesaikan tugas belajar. Keh
  • Cerita Bersambung / Cerpen Remaja /
    14 Feb 2012

    Ta'aruf (tamat)

    Cerita sebelumnya Ta’aruf 1 Seminggu setelah pertemuan di rumahku, Ramadhan mengundangku dan Ayah melalui sms. Tiga lembar tiket dikirimkannya melalui kurir karena Ramadhan sudah berada di kotanya sejak beberapa hari lalu. Sulit rasanya tak mengindahkan rasa rindu yang membuncah saat kami bertemu di kota kelahiran Ramadhan, ia datang menjemputku dan kedua orangtuaku di bandara Sepinggan. Penuh rasa hormat disalaminya Ayahku, dan mengangguk hormat pada Ibuku. Sekejap sorot pandang sayang dilemparkannya dalam tatapan, membuat hatiku terasa bagai melayang.Pertemuan itu ternyata tak seperti yang kubayangkan. Perumahan Pertamina tempat kakak Ramadhan tinggal bersama ibunya, telah ramai dikunjungi hampir seluruh keluarga besar Ramadhan. Satu persatu, Ramadhan memperkenalkan diriku beser
  • Cerita Bersambung / Cerpen Remaja /
    14 Feb 2012

    Ta'aruf

    google Dengan gelisah kutatap Ibu berkali-kali. Keinginan yang sedari tadi ingin kusampaikan mendadak menjadi beban yang ragu kulontarkan. Jemariku mulai melinting ujung kerudungku. Namun tetap saja tak mampu menghapus keraguan yang mendadak datang. “Fit, kamu kenapa toh nduk?” tanya Ibu heran, seraya mendekatiku yang berdiri di ambang pintu. Aku terhenyak. Tak menyangka Ibu akan bertanya padaku. “Ah oh… eh Fitri, anu bu, eh…” jawabku gugup. Ibu tertawa kecil. “Ada apa sih? Sampai segugup itu,” kata Ibu. Ditariknya tanganku dan kamipun duduk di meja makan. “Sekarang ceritakan apa yang mau kamu sampaikan?” tanya Ibu lembut. Kutundukkan wajahku dalam-dalam. Bahkan sebelum keinginan itu kusebutkan, rasa malu bertabur jengah
  • Cerpen Remaja /
    7 Dec 2011

    Belajar Bersyukur

    agefotostock.com Nurul menyodorkan selembar Surat perintah kerja, Hari ini mas Danu setim dengan Mba Nisa. Katanya sambil melemparkan senyumnya. Meskipun senang melihat senyum manis Nurul, gadis resepsionis itu tapi tetap saja aku merasa kecewa. Untuk pertama kali aku bertugas di luar bersama seorang gadis. Apalagi semua orang tahu, gadis bernama Annisa itu sedikit aneh. Mas, Mba Nisa sudah nunggu di bawah. Nurul menegurku lagi. Ia meletakkan telepon yang baru saja dijawabnya. Mungkin tadi Annisa yang meneleponnya memberitahu. Aku hanya mengangguk. Annisa, atau Nisa sedang duduk di atas kap mobilku. Sepasang headset menghiasi kedua telinganya dan kepalanya tertunduk. Dengan tergesa-gesa aku mendekatinya. Ayo! kataku sambil menepuk kap. Nisa tak menjawab, ia hanya tersenyum sembari me

KONTAK

BUNDA IIN AJID

Blogger, Istri Aa Ajid, Emak si Trio - Kakak (15), Abang (12) & Adek (8). 

Mau baca tulisan yang lain? Cek blog lainnya: Iinajid.comDiarybundaiin dan Ruang Cerita

Tulisan Terbaru

Komentar

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia