Catatan Bunda Iin

Jasa Travel Online, Bebas Antri Bebas Kemana Aja

9 Nov 2016 - 17:14 WIB

Perjalanan liburan, atau perjalanan dinas alias bekerja, tak lepas dari kebutuhan untuk tiket dan hotel. Sebagai ibu rumah tangga dan pekerja lepas, sudah barang tentu saya tak bisa menghindari kebutuhan tersebut. Beberapa jasa travel online yang mulai ramai ditawarkan sekitar lima tahun terakhir ini cukup membantu saya mengatasi kebutuhan tersebut tanpa harus repot-repot antri dengan harga yang bersaing.

Untungnya ini zaman online. Tinggal cari agen travel yang dipercaya maka semua bisa diatasi. Waktu liburan ke Bogor, saya memilih memakai jasa travel Agoda.com. Sebenarnya pemilik akun adalah suami, yang mendapat diskon khusus setelah transaksi pembelian tiket dan hotel untuk perjalanan dinasnya sebelumnya. Jadi kami pun mendapat harga spesial untuk kamar keluarga.

Saat memakai jasa travel ini, saya memilih berdasarkan fasilitasnya. Karena anak-anak suka sekali dan wajib banget berenang tiap liburan di manapun berada, fasilitas kolam renang harus ada saat saya memfilter daftar hotel. Selanjutnya, tinggal memfilter berdasarkan lokasi dan harga tentu saja. Satu hal yang selalu saya pertimbangkan adalah ramai atau tidaknya kunjungan di hotel bersangkutan. Berlibur buat saya, tempat yang tenang dan aman. Makanya kami lebih suka memilih waktu non-weekend. Saat seperti itu, kolam renang serasa milik sendiri, hehehe…

Kolam renang Hotel di Bandung saat non-weekend

Tahu ngga, ternyata harga yang ditawarkan jasa travel online dengan hotel itu sendiri ternyata jauh lebih murah. Waktu tiba di hotel yang bersangkutan di daerah Bogor itu, sebenarnya kami ingin menambah masa menginap karena anak-anak masih belum puas dan ayahnya juga mendapat hari libur tambahan. Tapi waktu melihat harga ‘asli’nya, saya langsung membatalkannya. Enggak deh… mending liburan berikutnya saja.

Kalau menggunakan jasa travel secara darurat itu  dengan Traveloka.com. Waktu itu ada accident dengan tim kerja lain yang membuat saya harus segera meluncur ke lokasi tersebut. Karena belantara Kaltim terkenal ‘menyeramkan’ dan saya satu-satunya freelance yang asli dari sana, maka ditunjuklah saya untuk segera ke lokasi meski bukan anggota dari tim tersebut. Tak ada yang berani ke sana, karena teman-teman yang lain mendengar cerita-cerita pengalaman orang-orang dari Kaltim yang menurut saya terlalu berlebihan. Ditambah lagi lokasi tersebut masih satu kabupaten dengan kota kelahiran saya di ujung Kaltim. Saat itu, saya melakukan reservasi dalam hitungan jam sebelum keberangkatan.

Saya sendiri tak yakin bisa berangkat hari itu. Tapi mempertimbangkan lokasi yang harus ditempuh setelah penerbangan tiba di Tarakan, maka saya pun mencoba melalui jasa travel itu. Tak dinyana, ternyata berhasil. Saya tiba di Balikpapan siang hari untuk transit, menyempatkan diri bertemu salah satu sahabat baik sebelum kembali terbang dan tiba di Tarakan sore harinya. Menginap di kota itu selama satu malam sebelum pagi-pagi sekali melakukan perjalanan kembali ke lokasi yang saya tuju menggunakan speedboat. Perjalanan dinas sekaligus nostalgia itu meninggalkan kesan manis buat Traveloka.com bagi saya, yang beberapa kali saya rekomendasi ke teman-teman lain. Cepat dan ringkas prosesnya. Mudah-mudahan sih… selamanya seperti itu.  

Selama beberapa tahun terakhir ini, saya dan suami memang tak lagi pernah berbelanja atau memesan tiket dan hotel secara offline. Kami juga selalu merencanakan perjalanan jauh-jauh hari, karena sulit menyamakan waktu kosong kami sekeluarga. Selain harganya jadi lebih murah, kami juga bisa mengorganisir kegiatan agar tak saling berbenturan. Pilihan naik apa, menginap di hotel apa atau berkunjung ke mana biasanya pun kami putuskan bersama-sama.

Saat ingin naik kereta api, saya akan langsung membooking via aplikasi KAI yang sudah beberapa tahun ini aktif, dan kalaupun sulit terutama kalau sedang ramai, saya menggunakan jasa travel online yang langsung bekerja sama dengan KAI. Begitu juga dengan hotel atau tempat menginap. Pernah satu kali, suami memesan satu paket perjalanan (tiket dan hotel) melalui provider penerbangan murah dan alhamdulillah… memang sesuai dengan informasinya.

Oh ya, satu kali saya pernah membooking melalui Agoda juga, waktu liburan akhir tahun. Saat itu harganya… waduh, gila-gilaan mahal banget. Maklumlah penutup tahun, saat semua orang ingin berlibur termasuk keluarga saya. Padahal kami ingin sekali pergi berlibur, tapi harganya bikin saya langsung menggeleng. Anak-anak, saya dan suami hanya punya waktu luang seminggu sebelum akhir tahun. Bulan depan memang bisa, tapi hanya tiga hari dan itu benar-benar terlalu sempit.

Jadi daripada tidak sama sekali, saya pun mereservasi hotel untuk bulan selanjutnya. Daripada membuat keluarga kecewa dan saat itu ditawari opsi untuk membayar tiga hari sebelum hari H. Tapi biarpun sudah membooking, saya tetap berusaha mencari hotel dengan harga murah untuk akhir tahun. Ternyata saya beruntung, beberapa hari kemudian ada kamar hotel yang tersedia tepat di akhir tahun dan sesuai dengan anggaran keluarga kami. Saya pun cepat-cepat membookingnya dan segera melakukan pembatalan reservasi sebelumnya. Tidak ada potongan atau biaya tambahan untuk pembatalan tersebut.

Bersama kedua putri, sesaat sebelum check-in di salah satu hotel yang kami booking online

Asyiknya lagi, saat kami melakukan check-in di hotel bersangkutan, ternyata kamarnya sudah siap begitu kami datang. Padahal menurut suami, orang-orang yang berdiri dan duduk di lobby hotel tersebut menunggu cukup lama untuk masuk. Entah hanya kebetulan, atau karena booking itu sudah dibayar lebih dulu atau karena kebiasaan saya yang selalu menghubungi pihak hotel sebelum tiba untuk memberitahu kedatangan kami dengan perkiraan waktu tiba di hotel. Yang jelas, selama memakai jasa travel online, saya dan keluarga memang belum pernah menunggu lama.

Catatan penting lainnya adalah jangan lupa membaca review-review pengguna hotel atau tempat menginap sebelumnya sebelum memilih. Tapi ingat, jangan langsung percaya. Kriteria murah, bersih dan bagus ukurannya relatif bagi setiap orang. Jadi kalau reviewnya sedikit kurang baik, pertimbangkan faktor harga dan lokasi. Perhatikan juga apakah reviewernya bisa dipercaya, atau reviewnya memang masuk akal. Kadang-kadang ada customer yang terlalu perfeksionis tapi pelit harga. Pengen bayar murah, tapi gak mau susah.

Jadi, menurut saya, tak ada salahnya menggunakan jasa travel online. Sekarang emang zaman online juga. Mau mencari sesuai kebutuhan, yah tinggal difilter saja. Mau mencari sesuai anggaran, ya tinggal dibandingkan saja satu sama lain. Tak ada batasan ke manapun dan dimanapun, gak perlu cape-cape antri dan gak perlu repot menelpon ke sana ke mari. Bagi saya, itulah gunanya aplikasi travel secara online. Filter, Bandingkan, Pilih dan Bayar. Selesai deh, tinggal bersiap memikirkan persiapan fisik dan mental untuk berangkat. Liburan itu dimulai saat kita memilih loh, jadi jangan sampai hasilnya malah membuat kita stress. Dan gunakanlah jasa yang benar-benar dipercaya, sudah terbukti dan reviewnya di dunia maya terkenal bagus. 


TAGS   Liburan / travel / Online /


Tulisan Terbaru

Komentar

Pustaka Bunda

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia