Catatan Bunda Iin

Kriteria Cewek Idaman

12 Jun 2014 - 15:24 WIB

Pertanyaan di salah satu surat Sahabat Bunda yang saya dapat beberapa hari lalu benar-benar menggelitik untuk diangkat jadi artikel.

“Bun, kira-kira apa kriteria cewek idaman yang diinginkan seorang cowok? Kok saya susah sekali ya menemukan jodoh?”

Pertama, saya bingung. Saya bukanlah cowok dan juga menilai dari sisi cewek. Jadinya pertanyaan itu saya lontarkan kembali pada pria-pria di sekitar saya. Jangan tanya siapa mereka, tapi yang jelas mereka berasal dari kelompok usia dan pekerjaan yang berbeda.

Ditambah sedikit pengalaman dari beberapa perempuan di sekeliling saya juga ditambah sedikit ilmu pengetahuan agama yang saya anut, akhirnya saya memperoleh kesimpulan.

Kesimpulannya adalah kriteria cewek idaman itu adalah Alim, Cantik, Cerdas, Cerdik dan Humoris. Penuhi tiga dari lima kriteria itu maka insya Allah, jodoh akan datang sendiri.

Saya tidak mau terlalu banyak karena semakin banyak maka akan semakin sulit dipenuhi. Ibarat kata, itu adalah kriteria normal yang masih masuk akal untuk dipenuhi. Toh sama seperti perempuan, laki-laki juga tak sempurna. Setidaknya pilihan kriteria di atas sudah paling mendekati keinginan laki-laki. Sempat ada beberapa yang protes ketika saya mencantumkan ‘Cantik’ sebagai kriteria. Tapi itulah kenyataannya, kriteria itu yang paling sering disebutkan ketika saya bertanya.

ALIM

Alim di sini berarti wanita tersebut menguasai ilmu agamanya, bisa agama saja. Perempuan yang dekat pada Tuhannya masih menjadi pilihan para laki-laki untuk mendampingi mereka sebagai istri. Karena mereka ingin kelak anak-anaknya pun dekat pada Tuhan, sama seperti ibunya. Bukankah Ibu adalah guru pertama yang baik untuk anak-anaknya?

CANTIK

Mau dibantah pun, saat pertama kali seorang pria menilai perempuan maka ia pasti menilai wajahnya dulu. Kriteria ini memang bersifat relatif dan tergantung penilaian orang masing-masing. Kecantikan tak mesti karena wajahnya yang rupawan. Seorang wanita yang percaya diri pun bisa terlihat cantik. Pakaian yang bagus dan sesuai, riasan yang cukup walaupun tertutup rapat pun bisa memaksimalkan kecantikan seorang wanita. Yang penting adalah bagaimana memberi image yang baik untuk penampilan luar. Jangan berlebihan.

CERDAS

Pernahkah mendengar gurauan seperti ini? Lebih baik pilih istri yang bodoh tapi cantik, daripada punya istri cerdas tapi jelek.

Sekarang, para pria tak suka memilih pilihan gurauan seperti di atas. Mereka lebih suka memiliki keduanya, cantik dan cerdas. Cerdas bukan berarti harus memiliki otak seperti komputer. Tapi paling tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk bisa dijadikan sebagai kelebihan. Ada pria yang akan sangat jatuh cinta pada perempuan yang begitu pandai memasak, yang lain suka karena kemampuan si wanita mengurai kata-kata saat bicara tentang dunia. Kalau istilah kerennya yang saya dapat dari adik-adik laki-laki saya… “Yang nyambung-lah kalau diajak bicara.”

CERDIK

Cerdik itu berbeda dengan cerdas. Cerdik di sini berarti memiliki kemampuan menyelesaikan masalah dengan cara-cara yang baik, kalau tidak baik ya… licik namanya.

Dengan kriteria ini, diharapkan kelak setelah berumah tangga maka si perempuan mampu menyelesaikan semua permasalahan dengan cara-cara yang baik. Siapa pun tahu dalam rumah tangga, selalu ada banyak problem yang akan muncul dan kecerdikan istri sangat diperlukan. Baik untuk membantu suami, pun untuk diri sendiri ketika kelak berhadapan dengan anak-anak yang memiliki segudang akal.

HUMORIS

Dari semua kriteria, yang paling banyak jadi pilihan adalah kriteria ini. Saya jadi makin yakin bahwa seseorang dengan sifat humoris selalu bisa diterima di mana saja. Kecantikan atau kecerdasan menjadi nomor sekian ketika seseorang yang humoris hadir untuk menyempurnakan hubungan.

Dengan candaan, pasangan akan terhibur dari keletihan rutinitas sehari-hari. Dengan humor yang cerdas, seorang istri bisa menyampaikan keluhan tanpa perlu mengomel atau marah-marah. Dengan sindiran yang memancing senyum, sebuah masalah rumah tangga akan bisa diselesaikan dengan pengertian.

Jadi… sulitkah memenuhi kelima kriteria itu?

Tentu saja tidak kalau mau berusaha. Untuk menjadi alim, mulailah dengan memperbaiki tingkah laku, belajar agamamu dengan baik dan benar, kalau perlu mulai dengan memperbaiki penampilan. Penampilan yang lebih sesuai dengan kriteria alim itu bisa membantu pula memperbaiki karakter.

Kedua, cantik itu tidak berarti harus mengoperasi plastik wajah. Cantik di sini adalah memanfaatkan potensi wajah agar terlihat lebih baik. Bisa dengan belajar berdandan atau menyesuaikan penampilan dengan kepribadian.

Saya sempat diundang ke beberapa acara pengenalan produk kosmetik dan mengetahui kalau ada bagian di wajah saya yang saya kira adalah bagian terburuk justru menjadi bagian terbaik jika didandan dengan baik dan sesuai dengan warna kulit gelap saya. Jadi cantik di sini adalah menemukan sisi terbaik penampilan anda.

Ketiga, cerdas dalam berpikir. Kenapa tidak mulai banyak membaca dan mendengarkan? Dua hal itu bisa membuat anda mengetahui banyak hal baru, juga mengajarkan berbagai teknik menghadapi persoalan. Makin banyak membaca, makin banyak pengetahuan yang masuk. Makin sering mendengarkan, makin banyak informasi yang diketahui.

Keempat, cerdik dalam mengambil keputusan. Sebenarnya kalau seseorang bisa berpikir cerdas biasanya juga cerdik dalam mengambil keputusan karena memiliki pertimbangan dari berbagai sudut. Jadi untuk ini pasti berhubungan dengan kecerdasan juga. Bagi seseorang yang berpengalaman dalam hidup, biasanya kecerdikan akan terbangun dengan sendirinya.

Kelima, humoris. Sekarang buku humor banyak sekali. Ambillah beberapa dan cobalah untuk mulai bersosialisasi dengan menyelipkan humor itu dalam percakapan. Tentu saja sesuaikan dengan keadaan ya. Latihlah diri agar tidak terlalu kaku dalam berbicara atau bersikap. Tanggapi gurauan dengan santai dan tidak usah terlalu diambil hati. Pelajari juga cara menegur seseorang jika obrolan humor itu tidak nyaman bagi anda tanpa perlu marah-marah.

Semua sudah dijelaskan. Semoga kali ini adik-adik perempuan tak lagi galau mencari lelaki idaman yang sesuai dengan keinginannya. Mudah-mudahan setelah memenuhi kriteria itu, tak perlu ‘menjual’ diri dengan cara-cara yang tidak patut atau bertingkah seperti perempuan tak laku yang akhirnya membuat para pria justru takut sendiri.

Sebelum menutup artikel ini, ada quote yang bagus untuk diingat.

“Kadang-kadang yang kita butuhkan bukanlah seperti apa yang kita inginkan. Namun, ketika ia datang, itu mungkin yang terbaik untuk diri kita. “


TAGS   Kriteria / Gaya Hidup /


Tulisan Terbaru

Komentar

Pustaka Bunda

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia