Catatan Bunda Iin

Rahasia Sehat: Segar Saat Berpuasa

5 Aug 2012 - 16:30 WIB

Semua orang pasti tahu, selama bulan Ramadhan yang namanya Ibu mana ada jam istirahat. Apalagi sambil mengurus rumah dan keluarga, tetap saja semuanya harus dilakukan. Ekstra kerja, ekstra tenaga tapi kekurangan waktu tidur. Seorang ibu harus tetap memasak di sore hari untuk berbuka puasa dan bangun paling awal untuk menyiapkan sahur. Belum lagi mulai menyiapkan segala keperluan untuk Lebaran nanti yang biasanya sudah dimulai dua atau satu minggu sebelum hari lebaran tiba. Tak mudah tetap berpuasa jika aktivitas padat. Apalagi ditambah sambil mengurus keluarga terutama anak-anak yang masih berada dalam masa-masa aktif.

Tahun-tahun sebelumnya saat bulan puasa, berat badan saya malah naik tak terkendali. Di tahun yang lain, malah turun drastis. Bertahun-tahun, akhirnya saya memahami kalau selama ini saya kurang memperhatikan gizi atau makanan yang masuk, asal merasa kenyang dan enak maka semuanya pun disantap tanpa melihat bahwa sesungguhnya yang terpenting dari makan atau minum itu bukan hanya kuantitas yang masuk tapi kualitas makanan dan minumannya.

Sebagai contoh untuk ketiga anak saya, beberapa tahun terakhir ini saya menerapkan pola berpuasa yang sehat. Yaitu makan dan minum secukupnya, tidur dengan cukup dan tetap berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh. Semua ini saya lakukan agar anak-anak terbiasa melakukannya, dan menjadi contoh untuk mereka di tahun-tahun mendatang.

Di antara hal yang penting adalah menjaga asupan makanan dan minuman yang masuk dalam tubuh kita terutama saat sahur. Usahakan agar makan dan minum dengan gizi yang baik, terutama menghindari makanan yang berpengawet dan mengandung bahan kimia berbahaya.

Selain makanan, minuman adalah hal terpenting yang harus diperhatikan. Susu merupakan pilihan yang paling baik untuk melengkapi gizi yang masuk. Namun untuk memilih susu yang baik, kita harus jeli dalam memilih. Susu tersebut harus benar-benar murni, bebas gula karena kebetulan saya adalah penderita diabetes, tapi tetap mengandung semua kebaikan susu seperti kalsium dan nutrisi lain yang terkandung di dalamnya.

Siapa sih yang tak takut terkena osteoporosis? Karena itulah saya tetap bertahan minum susu karena susu mengandung kalsium tinggi yang penting untuk menghindari osteoprorosis. Yang jadi masalah, adalah banyak dari susu justru menambahkan gula sebagai tambahan untuk menambah rasa. Apalagi saat puasa, kita harus pandai-pandai memilih jenis susu karena banyak yang mengandung gula. Padahal makan makanan atau minum minuman yang manis malah akan membuat kita akan makin mudah lapar, dan bisa-bisa malah mengalami penurunan gula darah secara drastis. Belum lagi bahan-bahan pengawetnya. Jarang sekali tersedia susu yang benar-benar murni 100%.

Sekarang pada bulan puasa ini, untuk menjaga agar kondisi tubuh tetap fit sepanjang hari meskipun berpuasa, saya memenuhi lemari es dengan susu Bear Brand.

Tadinya anak-anak bercanda kalau kami sedang minum susunya beruang. Padahal susu Bear Brand adalah susu sapi yang diproses secara sterilisasi tanpa campuran bahan apapun, murni 100% asli. Rasanya yang tidak terlalu manis dan malah cenderung gurih khas susu sapi justru membuat saya jadi tidak eneg dan lebih segar. Kemurnian Bear Brand dapat membantu menjaga kesehatan dan terutama mendukung proses pemulihan tubuh apalagi pasca sakit atau operasi. Proses sterilisasi inilah yang membuat kualitas Bear Brand lebih terjaga, terbebas dari berbagai kuman dan yang paling penting bebas bahan pengawet.

Saya suka minum susu ini, karena sudah terbukti khasiatnya selain baik untuk mencukupi asupan nutrisi bagi tubuh, menjaga stamina, memulihkan kesehatan, juga baik untuk pertahanan tubuh. Selama berpuasa, saya meminum satu kaleng Bear Brand saat sahur.

Memang terasa banget bedanya. Kalau sebelumnya setiap kali berpuasa dulu, yang terasa adalah penurunan stamina seperti lemas, tidak enak badan dan perut sering sakit. Sekarang justru berbeda. BAB tetap normal di pagi hari, kegiatan saya juga tetap lancar sepanjang hari meskipun sekarang sedang tidak ada pembantu di rumah dan yang terpenting saya merasa tetap fit, segar dan alhamdulillah, puasa saya masih tetap jalan terus. Bermain dengan si kecil yang aktif dengan menjadi kudanya, mengantarkan kakak mencari tempat les barunya atau bermain bola dengan abang di sore hari, bahkan memenuhi beberapa undangan kegiatan yang justru bertambah saat bulan Ramadhan masih bisa saya lakoni walaupun dalam keadaan berpuasa.

Memenuhi jadwal rutin pun tak lagi terkendala hanya karena berpuasa. Yang penting adalah kita tetap mengatur agar seluruh kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi meskipun jadwalnya berubah. Pilih yang benar-benar sehat, murni dan bergizi serta teratur menjalaninya, agar tidak menjadi sekali tempur langsung tumbang. Jadi ketika hari kemenangan tiba, kita bisa menyambutnya dengan tetap tampil segar dan tentunya sehat.

Selamat Berpuasa!

*****


TAGS   anak / tumbuh kembang / orangtua / kesehatan / Ramadhan /


Tulisan Terbaru

Komentar

Pustaka Bunda

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia