Catatan Bunda Iin

#BloggerKartinian - Pemenang Lomba Menulis Pesan Untuk Putriku

8 May 2012 - 08:18 WIB

Setelah menunggu selama dua minggu, akhirnya saya bisa bernafas lega. Walaupun ternyata menjadi juri itu tidak mudah, dan akhirnya malah meminta tolong pada pendapat ke-2 dan ke-3, saya bisa juga mendapatkan pemenangnya.

Penilaian lomba yang saya pikir pasti mudah, dan sengaja saya buat sulit supaya tak banyak pesertanya (hehe… aneh ya?) ternyata tetap tak menjamin. Jumlah peserta di luar dugaan saya dan semuanya benar-benar serius menjawabnya. Ckckck, untuk lomba dengan hadiah yang sebenarnya terbilang tidak seberapa, saya harus angkat dua jempol.

Setelah memilah-milah dan sengaja meng-hide nama peserta supaya fair, akhirnya saya mendapatkan juga si penulis pesan paling bagus (menurut saya) karena isinya mencakup semua hal yang penting bagi seorang anak perempuan.

Dan akhirnya inilah para pemenangnya :

Satu pemenang akan mendapat hadiah Kaos Eksklusif Edisi Kartini dari Blogdetik.com + Goodie Bag dari Melon.co.id dan Souvenir dari http://bundaiin.blogdetik.com.Pemenangnya adalah :


Imawan Anshari

Sayangku, putri cahaya jiwaku, Dengarkanlah pesan ini dengan sepenuh hatimu. Sayangku, camkan baik-baik nasehat ini, karena hanya nasehat ini yang mampu ku wariskan pada mu.

Selalulah bersujud dan berdoa kepada Allah, karena hanya DIA yang patut disembah, hanya Allah tempat mu mengadu, jangan pernah jauh apalagi meninggalkan Allah karena DIA yang Maha Berkehendak atas segala urusan di dunia ini.

Hormatilah orang yang lebih tua, terutama orang tua mu, lebih-lebih Ibumu karena perjuangan Ibu mu begitu berat untuk menghadirkan mu kedunia ini, Ibumu menukar nyawanya demi kamu sayang.

Hargailah jasa para guru yang telah mengajari mu dengan kesungguhan, sehingga membuat kamu bisa baca dan menulis serta memahami ilmu-ilmu lainnya.

Sayangilah saudara dan teman-teman mu, karena orang yang saling sayang menyayangi karena Allah senantiasa nanti akan selalu diberkahi kebahagiaan.

Dan sayang jangan pernah lupakan jasa para pahlawan, mereka rela mengorbankan jiwa raganya demi membawa Negara ini keluar dari kegelapan menuju cahaya kemerdekaan sekarang ini.

Jangan kau lupa untuk bersedekah dan berbagi dengan siapapun, minimal kau memberikan senyum tulus mu, karena senyum juga adalah ibadah.

Terakhir sayangku, seindah-indahnya perhiasan dunia ini adalah wanita yang sholehah, maka jadilah wanita sholehah bagaikan permata yang berkilau indah.

Dan tiga pemenang hadiah pulsa gratis @20.000,- adalah :

Triana Frida Astary

Cantikku yang kepang kudanya berhias pita warna-warni,

Ketauilah nak, betapa aku adalah ibu yang paling beruntung di dunia ini. Dipercaya menjaga mata jelimu, bibir manismu, tangan lentikmu, gerai lembut rambutmu, lenggok gemulai gayamu. Ah.. aku bagai pungguk yang justru diberkahi kemudahan memeluk rembulan, indah sekali.

Nak, jika kau tau di dalam doa-doa ibu dulu, memohon agar dipercaya menjaga benih cinta dalam rahim dan terus menjaganya hingga waktu tak lagi sanggup menopang pertemuan kita. Doa ibu, tak hanya dijawab, namun dibingkiskanNya pada ibu, hadiah terindah dalam hidup ibu dengan hadirnya kamu. Subhanallah, lagi-lagi ibu bersyukur. Puteri manisku yang rengekan dan tangisannya sanggup melenyapkan mimpi indahku disaat sepertiga malam, untuk meneteskan air surga demi menjaga degup jantungmu terus berdetak, tak pernah sedetikpun nak, tak pernah sedetikpun ibu menyesal memilikimu.

Tak pernah sedikitpun punggung ini mengeluh pegal saat menopang tubuhmu yang semakin hari beratnya merayap gram, ons sampai kilo. Tak pernah tangan ini menangis kecapaian saat membilas baju kotormu agar bisa dipakai esok hari, atau mengolah bumbu terlezat agar tubuhmu selalu sehat. Juga kaki ini tak pernah berhenti dan mengambek hanya karena menemanimu berlarian kesana kemari saat kau baru belajar berjalan. Atau kau tanya mata, telinga, mulut dan semua yang kupunya, apakah pernah lelah karenaku? Pernah, pastinya pernah dan bahkan tiap hari terasa lelah, namun kau harus tau, bahwa lelah saat mendampingimu bertumbuh itu, rasanya Subhanallah indah.

Bidadari hatiku yang senyumnya sanggup menyeret kedamaian dalam hari-hariku, dekat kemari nak.. Mari ibu beritahu satu hal, bahwa kelak kau pun akan pula merasakan apa yang ibu rasa. Apa itu,Bu? kau pasti bertanya, Ya, apa yang ibu ibu sebut luar biasa adalah saat menjadi ibu dari seorang pewaris hawa sepertimu nak. Nantipun kau akan merasakan bagaimana nikmatnya mendekap erat buah hatimu.

Anakku yang sayangku padamu tak akan pernah habisnya, agar rasa luar biasa ini terasa semakin lengkap dan istimewa, agar amanah Allah SWT ini menjadikan segalanya mudah, agar ibu dan tentu saja kamu bisa sama-sama menghirup segarnya hembusan udara Jannah. Izinkan ibu meminta padamu nak,

Selalu jaga mata jelimu dari segala penglihatan yang tidak pantas, biarkan ia melihat yang thoyib.

Selalu cegah bibir manismu mengucap kata-kata yang dapat melukai orang lain.

Selalu gunakan tangan lentikmu untuk memudahkan hal-hal baik di sekitarmu.

Selalu lindungi akal fikirmu dengan pemikiran dan ide-ide terbaik yang senantiasa bermanfaat.

Selalu pagari lembut rambutmu dan lenggok gemulai gayamu agar tidak pernah menjadikan fitnah.

Ketahuilah jantung hatiku yang pipinya selalu bersemu merah, kau adalah wanita, dan itulah kodratmu. Jika kamu mampu menjaga yang ibu pesankan diatas, maka dunia ini senantiasa akan terus mengalun anggun bersamamu, namun jika kau tak bisa memenuhi pun salah satu, jangan pernah tanyakan kenapa pelangi tak lagi melukis warna warni indahnya. Karena kaulah pelukis warna-warni itu nak, damai hancurnya warna dunia ini, ada padamu Wanita

Semoga kebahagiaan selalu terhidang bagimu ya cantik..

Salam sayanku,

Ibumu.

Lianny Hendrawati

Putriku sayang, ingin rasanya bunda terus memandang dirimu. Engkau sekarang bukan sesosok bayi lemah yang sering bunda gendong. Engkau sekarang sudah tumbuh menjadi seorang putri yang cantik dan mandiri.

Suatu saat bunda akan bertambah tua dan tak bisa terus mendampingimu. Sementara itu engkau akan tumbuh semakin dewasa hari demi hari. Engkau akan menjadi sosok Kartini masa depan yang berpendidikan tinggi. Railah cita-citamu setinggi mungkin anakku, dan bunda yakin engkau pasti bisa mencapai sukses yang gemilang.

Tetapi hanya satu pesan Bunda, meskipun engkau sudah sukses meraih cita-cita impianmu, tetapi engkau tidak boleh melupakan martabat kehormatan wanita yang luhur.

Dampingilah suami dan anak-anakmu kelak dengan penuh cinta dan keikhlasan hati. Kesabaran, kelemahlembutan dan selalu berdoa kepada Tuhan agar setiap langkah hidupmu selalu dibimbing ke jalan yang benar.

Saat itulah engkau akan benar-benar menjadi sosok Kartini Indonesia yang sejati, yang bukan hanya cantik wajahnya, bukan hanya sukses dalam pendidikannya, tetapi juga cantik hati nuraninya.

Jadilah sosok Kartini masa depan sejati yang bisa membawa kebahagiaan bagi keluarga dan sesama. Jadilah terang yang selalu bersinar dalam kegelapan.

Raihlah impian itu putriku tercinta, bunda akan mendampingimu dengan doa yang tak kunjung putus.

Dan bila saat itu tiba, bunda akan bisa tersenyum bangga dan bahagia ..

Syadza zahratun nufus

Teruntuk Putriku kelak..

Anakku, ingatlah selalu bahwa bunda mencintaimu. Setiap desah nafas teriring do’a untuk hari-harimu

Putriku, bunda tak ingin kamu menjadi galau di kemudian hari. Entah karena tak memiliki kekasih atau merasa sendiri. Ingatlah selalu, masih ada Tuhan dan sekelilingmu yang setia menyayangi.

Manisku, bunda tak memaksakan kesuksesan padamu. Sukses yang baik berawal dari kejujuran sebaliknya sukses yang buruk berawal dari kebohongan. Berusahalah untuk jujur pada kata hatimu bukan sekitarmu.

Ingatkah kamu dengan panggilan malaikat kecil?. Bunda harap, kau selalu menjadi cahaya bagi sekelilingmu. Cahaya yang menuntun pada kebenaran. Penerang di setiap kegelapan.

Sayang, saat kamu dewasa kelak, jadilah istri yang baik untuk suamimu. Meskipun surga di telapak kaki ibu, surganya seorang istri bergantung ridho suami. Berusahalah untuk menjadi yang terbaik bagi suamimu.

Nak,jadilah ibu yang terbaik untuk mereka. Bahagiakan hati mereka. Jiwa-jiwa kecil yang butuh hangatnya kasih sayang. Ambillah pelajaran saat bunda mengasuhmu kelak. Meski bunda, belum menjadi yang terbaik bagimu.

Hey Nak, kelak bunda akan bercerita padamu. Tentang kisah wanita-wanita yang mulia derajatnya. Kisah Kartini, wanita indonesia dengan semangat juang tinggi. Atau Kisah Khodijah, istri Nabi Muhammad yang rela menyedekahkan hartanya untuk dakwah islam. Bunda ingin, kamu menjadi bagian dari mereka. Wanita-wanita mulia yang kuat. Kuat bukan berarti tak pernah menangis, Sayang. Karena menangis adalah bagian perasaan seorang wanita.

Anakku, Karenia Zahratusyifa, bunda harap itu namamu kelak. Nama yang manis untuk bunga pengobat. Pengobat bagi jiwa-jiwa yang gelisah. Semoga kelak kamu mengerti, Nak!

Salam sayang

-Bunda-

Note : isi pesan tidak diedit ataupun direvisi.

Jadi itulah empat pemenang yang saya pilih berdasarkan Isi dari pesan yang disampaikan. Keputusan tentu saja masih boleh diganggu gugat dengan satu syarat, hanya jika tulisan tersebut hasil contekan atau jiplakan dari blog atau notes lain yang bukan milik dari si pemenang. Jika selama tiga hari ke depan, tidak ada yang protes atau sanggahan maka keputusan di atas sudah final.

Karena ini pesan untuk anak dan isinya ternyata sarat ilmu juga dengan bahasa yang indah, nanti ada pula beberapa pesan yang saya pilih dan saya revisiuntuk dipublish agar bisa menjadi pesan tak hanya untuk anak-anak perempuan juga bagi perempuan dewasa lainnya sebagai sarana memperbaiki diri, mengingat kembali pesan-pesan berharga yang mungkin dulu pernah disampaikan secara lisan oleh para orangtua.

Dan untuk para pemenang, harap mengirimkan nama, alamat pengiriman hadiah, dan nomor telepon melalui email : norinsaajid@yahoo.co.id

Terima kasih untuk para peserta yang telah ikut berpartisipasi. Anda tidak terpilih bukan karena pesannya salah atau jelek, tapi semata-mata karena saya tak bisa memilih semuanya sebagai pemenang.


TAGS   #BloggerKartinian /


Tulisan Terbaru

Komentar

Pustaka Bunda

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia