Catatan Bunda Iin

Drama “Twinkle Twinkle”

15 Mar 2012 - 09:24 WIB

Dulu nonton drama ini sekitar 6-8 bulan lalu, direkomen oleh teman orang Korea. Sampai sekarang pun dia masih rajin merekomen drama buat saya tonton. Saya termasuk selektif memilih drama karena di rumah ada tiga pasang mata bening nan polos yang begitu pandai merekam. Biasanya saya tonton dulu teaser-nya drama itu, kalau bagus saya tonton sampai selesai dan kalau ceritanya biasa-biasa saja tapi selama itu tidak ada adegan seks/kekerasan/hal-hal yang tak baik, maka saya mengizinkan anak-anak menontonnya karena waktu tayangnya bertepatan dengan jam nonton anak-anak saya.

Tadinya saya kira drama ini seperti putri yang ditukarnya RCTI, tapi di awal-awal seri saya sudah mulai “membaca” banyak sekali quotes yang begitu menyentuh dan dalam. Seperti waktu si Editor menjelaskan apa itu buku yang bagus, karena saya sangat suka buku maka drama ini langsung mendapat nilai plus. Belum lagi quotes tentang ibu dan anaknya, aduuh, bikin airmata jatuh. Tapi ini berbeda ketika menontonnya di TV yang sudah disadur bahasanya. Entah kenapa, saya lebih suka membaca quotesnya dalam bentuk subtitles daripada mendengar langsung. Mungkin karena saya lebih suka membaca daripada menonton.

Kisah ini tentang dua gadis muda yang lahir di hari dan tempat yang sama. Han Jung Won, gadis muda yang periang, energik, penuh percaya diri, sangat mencintai pekerjaan dan bermimpi menjadi penerus bisnis penerbitan milik Ayahnya. Keluarga Han Jung Won unik, karena memiliki seorang paman, Han Seo Woo yang usianya baru 18 tahun namun saat dia bicara sangat sok tua, istilah Editor Song adalah kata-kata orangtua yang dibungkus dengan bahasa anak-anak. Lalu ada kakaknya yang berumur 32 thn, Han Sang Won yang begitu childish dan sering bertentangan dengan Han Jung Won.

Sementara Hwang Geum Ran (Gem Lan - di TV), gadis yang terlahir dari keluarga yang menggantungkan hidup dari restoran kecil tempat para mahasiswa makan, seorang pelayan toko buku dan sedang menyiapkan pernikahannya yang lebih karena ingin melarikan diri dari penderitaannya sebagai seorang anak dari keluarga tak mampu. Geum Ran memiliki dua orang saudari, Tae Ran dan Mi Ran. Tae Ran sudah menikah dan memiliki seorang anak bernama Ji Won dan suaminya, Park si botak yang lucu abis.

Pernikahan Geum Ran batal karena kehadiran Jung Won. Kekasih Geum Ran ternyata memilih ikut perjodohan agar bisa memiliki istri yang berasal dari kalangan atas agar sesuai dengan title-nya sebagai seorang jaksa muda. Gadis yang dijodohkan itu kebetulan adalah Jung Won. Penghinaan kekasihnya dan rentetan teror dari rentenir tempat ayahnya berutang membuat Geum Ran memilih ingin mati. Kesempatan itu datang ketika para rentenir itu memasukkannya dalam lubang besar di gunung waktu musim dingin.

Ketika di RS inilah, Geum Ran menyadari ada fakta baru yang aneh dalam dirinya. Dia terlahir bergolongan darah A, padahal ayah dan ibunya B. Dia pun mencari tahu tentang kelahirannya, mencari informasi dari rumah sakit bahkan mengambil contoh alat cukur dari Ayah Jung Won untuk mengambil sampel DNA. Ternyata benar, dia adalah putri kandung Ayah Jung Won.

Singkatnya, Geum Ran pun memberitahu keluarga Jung Won. Perlahan-lahan seluruh keluarga pun tahu, termasuk Jung Won yang mengetahui bagai mendapat serangan sebuah bom. Untunglah, selalu ada si Editor Song yang menjadi tempat Jung Won menangis dan bersedih.

Konflik ceritanya bukan hanya itu, Ibu kandung Jung Won yang miskin terkena Glukoma dan terancam buta dalam delapan bulan yang membuat Jung Won mengambil keputusan besar untuk pindah ke rumah kecil itu meskipun dia harus kehilangan segalanya termasuk mimpinya menjadi penerus usaha penerbitan, Tae Ran yang selalu ribut ingin anaknya belajar bahasa Inggris tapi dia sendiri tak bisa berbahasa Inggris, lalu terpaksa tinggal dalam rumah yang sama dengan orangtua karena tak mampu lagi bayar sewa, Mi Ran yang selalu terobsesi menjadi artis dan malah menjadi kekasih pacar pertama Tae Ran yang seorang photograper, serta Ayah kandung Jung Won yang begitu suka berjudi dan berjuang keras untuk mengobati “kecanduan”nya demi melindungi istrinya yang buta. Belum lagi kehadiran seorang mahasiswa hukum, Dae Bum yang sudah memiliki anak, yang menyewa kamar di rumah kecil itu dan mulai menyukai Jung Won. Anak Dae Bum menjadi anak angkat Jung Won. Dae Bum-lah menjadi penyambung komunikasi di dalam rumah itu, dia yang memberitahu perasaan sang ibu pada anak-anaknya dalam bahasa yang begitu bijak dan bermakna dalam. Sedangkan di keluarga Han, ada Sang Won yang sangat childish tapi akhirnya menemukan passionnya sebagai seorang Ayah dan pengurus rumah tangga setelah menikahi Lee Eun Jeung (wanita yang lebih tua 10 tahun darinya), Editor pengganti Editor Song dan mantan Editor sebelumnya. Juga kisah tentang Seo Woo, si paman kecil yang harus berjuang keras memahami arti kehadiran Ibu yang melahirkannya, yang menghadiahi 3 koper berisi uang dan 1 koper berisi hadiah ulang tahunnya selama sepuluh tahun terakhir.

Yang menjadi pusat cerita tentulah Cinta segitiga antara Jung Won, Editor Song dan Hwang Geum Ran. Di kantor, seluruh karyawan mengenal Editor Song sebagai sosok yang paling mengerikan dan sangat jauh dari standar lelaki pujaan apalagi untuk Jung Won. Setiap hari mereka berdua selalu ribut dan berdebat tentang banyak hal. Tapi di luar jam kerja, saat istirahat bahkan pulang kerja, mereka bertukar banyak hal termasuk akhirnya saling jatuh cinta. Sosok dingin Song Seung Jun bertemu sosok hangat Han Jung Won membuat kisah ini menjadi menarik, ada saat menyenangkan, spontan, hal-hal kecil yang menjadi berarti bahkan cara melamar yang amat unik yaitu meletakkan cincin di atas food tray di dalam kafetaria karyawan. Di akhir-akhir seri, akhirnya para karyawan tahu kalau Song Seung Jun-lah calon suami Jung Won, lelaki itu bahkan menangis di hadapan seluruh karyawan saat harus menjelaskan penyebab putusnya hubungan mereka pada ayah kandung Jung Won. Di seri 50-an, kita akan disajikan tontonan bagaimana Song menunjukkan cinta melalui perhatian terakhirnya, pensil yang sudah diraut, setoples permen dan menyusun buku-buku di meja Jung Won. Aah… membuat kita paham kalau cinta itu bisa membuat perhatian kecil begitu berarti.

Penyebab putusnya hubungan Song dan Jung Won adalah ketidaksetujuan Ibu Song yang seorang rentenir terkenal. Ibu Song memilih Geum Ran sebagai penerusnya. Saking tak setujunya, Ibu Song berusaha menghancurkan usaha penerbitan keluarga Han dan membuat Ayah kandung Jung Won hampir dipenjara karena menjudi. Bahkan karena berada di rumah Ibu Song, Geum Ran tertikam pisau penjahat yang ingin membunuh Ibu Song. Peristiwa inilah yang membalikkan situasi, Geum Ran akhirnya menyadari kesalahannya, Song pun langsung memilih putus hubungan dan akhirnya seluruh konflik pun pelan-pelan selesai. Karena masalah pemalsuan kontrak yang dilaporkan Ibu kandung Geum Ran, Ibu Song masuk penjara, hartanya habis dibagi-bagikan oleh Song ke berbagai panti asuhan termasuk lukisan berharga ratusan juta dan dia sendiri memilih pergi dan menghilang dari kehidupan Jung Won maupun Geum Ran.

Waktu tak membuat Jung Won menyerah memperjuangkan cintanya. Ia tetap datang ke penjara, mendatangi Ibu Song bahkan merawat rumah besar Ibu Song. Akhirnya si Ibu luluh juga, dan ia memberikan segepok surat dari Song. Yaah, dari sini bisa ditebaklah apa akhirnya. Ya itu tadi… akhirnya Jung Won menemukan Song dan merekapun menikah.

Memang ada yang membuat saya sedikit merasa ada yang tak wajar, bagaimana mungkin 28 tahun mengasuh anak maka cinta bisa langsung jadi berat sebelah ke anak kandung sendiri yang baru ketemu? Tapi siapa yang bisa paham hati seorang Ibu kecuali mengalaminya sendiri?

Ada quote yang saya catat dan selalu saya ingat sampai hari ini.

“Siapa yang paling nomor satu di hati ibu?”

“Anak yang menangis sampai dia berhenti menangis, dialah yang nomor satu di hati ibu. Anak yang pergi dan sampai dia pulang, dialah yang nomor satu di hati Ibu. Anak yang sakit dan sampai dia sembuh, dialah yang nomor satu di hati Ibu”

Buat yang merasa punya saudara banyak, pernah merasa terlupakan, atau yang punya anak banyak pasti memahami makna dari quote itu.

Selamat Menonton!


TAGS   Twinkle Twinke / Drama /


Tulisan Terbaru

Komentar

Pustaka Bunda

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia