Catatan Bunda Iin

The Chocolate Box

22 Feb 2012 - 21:26 WIB

Dulu ketika masih bekerja, saya paling suka kalau bos saya pulang kampung. Karena setiap kali dia kembali dari kampung halamannya, saya pasti dihadiahi sekotak coklat asli dari sana.

Uniknya sebagai penggemar coklat, saya belum pernah menemukan coklat seperti itu dijual di Indonesia saat itu. Kotak persegi panjang itu berisi beberapa butiran coklat berbentuk lucu yang sebesar bakso dan di dalamnya terdapat berbagai rasa yang mengejutkan.

Ada jelly dengan rasa buah seperti strawberry, lemon, anggur, cherry. Ada berbagai rasa kopi, seperti kopi asli, cafucino, dan mocha. Lalu yang manis-manis seperti krim, coklat, coklat putih, dark coklat. Ada juga mint, madu yang dipadu dengan kacang-kacangan seperti macadamia nut, almond, hazelnut, pistachio, sultanas dan entah berapa banyak lagi jenis rasa yang ada di dalam coklat coated treat berbagai rasa itu. Dan rasa yang paling mengejutkan adalah rasa brandy. Ya, itulah rasa yang paling saya benci. Setiap kali saya mendapatkan oleh-oleh itu, hal pertama yang saya lakukan adalah mencari rasa brandy. Kadang sulit karena hampir sama warnanya dengan mint. Awalnya saya sempat jadi korban jebakan, nyaris muntah dan hampir kapok makan coklat lagi. Karena cara makannya harus langsung dilep dan kalau dipegang terlalu lama lapisan luar coklatnya akan langsung meleleh, maka saya menusuknya dulu dengan tusuk gigi. Kalau sudah menemukannya, maka dengan senang hati saya membagi kesialan itu pada teman-teman yang lain.

Dan seperti itulah cinta. Semua lapisan luarnya adalah rasa manis seperti coklat. Tapi di dalamnya takkan ada yang bisa menebak rasanya. Kemungkinan setiap rasa ada dalam inti butiran coklat itu, bisa jadi semanis gula, namun bisa saja asam bahkan berasa pahit. Semua tergantung butiran apa yang kita pilih.

Kalau membandingkannya dengan coklat berlapis isi itu maka mungkin bisa seperti di bawah ini :

  • Cinta dengan rasa strawberry, awalnya saja yang manis namun selanjutnya asam melulu.
  • Cinta dengan rasa coklat putih, yang selalu diisi dengan manisnya cinta dan tujuan yang baik.
  • Cinta dengan rasa kopi, pahit tapi tak membuat kapok yang merasakannya.
  • Cinta dengan rasa kacang-kacangan, cinta yang diawali dengan kerasnya hati yang ketika kekerasan hati itu dihancurkan akan menjadi rasa yang lezat.
  • Cinta dengan rasa karamel, selalu manis terus tapi malah menjadi membosankan.
  • Cinta dengan rasa madu, manis tapi menyehatkan
  • Cinta dengan rasa lemon, asam dan manis jadi satu tapi menyegarkan hubungan
  • Cinta dengan rasa mint, cinta yang saling mengingatkan, memberi kehangatan dan kesegaran
  • Cinta dengan rasa brandy, pahit, tidak enak dan memabukkan.

Sebenarnya kalau dituangkan akan banyak sekali jenis rasa yang bisa dibandingkan dengan rasa coklat berlapis itu.

Tapi seperti juga cara memakan coklat yang dilihat, dipilih dan langsung lep. Maka begitu cinta, rasanya akan tertebak setelah kita merasakannya di lidah. Jangan kapok merasakan cinta karena ada aneka rasa cinta yang pasti mengejutkan.

Cinta itu tak cuma untuk kekasih. Ada banyak cinta di sekitar kita. Cinta terhadap orangtua, cinta terhadap saudara, sahabat, pekerjaan dan bahkan pada hal-hal lain di sekitar cinta, sertakan pula cinta terindah dan paling enak yaitu cinta untuk Allah. Rasakanlah cinta dalam berbagai versi rasa agar membuat kita kaya akan rasa cinta. Setelah mengenal berbagai rasa cinta, pilih rasa yang paling tepat dan berbagilah cinta dengan orang-orang yang dicintai agar rasa itu tak hanya dinikmati sendiri, karena rasa cinta yang seperti itulah yang takkan pernah dilupakan.

Sekotak coklat berlapis isi memang enak kalau kita bisa menemukan kombinasi rasa yang pas. Asam dipadu manis, dan sedikit getir lalu manis namun tak terlalu pahit, sedikit hambar, lalu asam lagi dan tentu saja akhirilah dengan manis, maka itulah artinya menikmati rasa cinta. Berbagai rasa jadi satu yang memperkaya pribadi seseorang.

*****


TAGS   BLOGGER BICARA CINTA / Add new tag /


Tulisan Terbaru

Komentar

Pustaka Bunda

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia