• 17

    Mar

    Ponsel Tua Yang Hilang

    “Sebentar, saya masukkan dulu nomornya? Berapa tadi, San?” tanya Pak Hendra, sambil menekan-nekan tombol ponsel. Aku mengulang sekali lagi sambil tertawa kecil. Kulirik ponsel kecil mungil berwarna putih kusam di tangannya. Heran sih, kenapa ponsel keluaran sepuluh tahun lalu itu masih dipakai seorang Direktur Marketing. Ponsel yang hanya bisa dipakai untuk menelepon, menerima telepon, dan sms saja. Padahal gara-gara ponsel kunonya aku sering kerepotan. Beberapa kali aku bilang pada Pak Hendra, untuk menggunakan ponsel pintar. Setidaknya dia tidak perlu repot mencatat informasi penting yang disampaikan klien...
  • 10

    Mar

    Permainan Yang Mematikan

    Belakangan ponsel saya dibanjiri video anak-anak yang sedang bermain Skip Challenge. Banyak orangtua bertanya cara mencegah anak-anak mereka bermain permainan berbahaya itu. Padahal saya sendiri sudah tahu soal permainan sejak bulan Oktober 2016, ketika dilakukan oleh teman dari salah satu anak saya. Saat itu, beberapa orangtua sampai harus datang ke sekolah dan hampir semuanya meminta agar pihak sekolah mengawasi anak-anak dengan lebih tegas. Untungnya pihak sekolah memang sangat tegas, bahkan sampai menerapkan aturan baru yang sebenarnya menambah tugas para guru di sekolah tapi mengurangi kekuatiran orangtua. Saya tak m...
  • 8

    Mar

    Coretan Di Dinding

    Sepi sekali. Tak ada suara anak-anak. Biasanya mereka akan berteriak-teriak hingga seisi rumah seperti sedang konser. Ditambah mainan yang berantakan, maka benar-benar mirip seperti kapal pecah. Aku melangkah pelan ke ruang keluarga. Itu tempat terakhir aku melihat mereka. Tadi mereka sibuk menggambar di atas meja kecil masing-masing. Karena mereka anteng, makanya aku lari ke ruang kerja suamiku, meminjam laptopnya untuk berseluncur di dunia maya. Seperti biasa, kalau anak-anak sibuk, aku juga sibuk. Sekedar meng-update status, membalas komentar atau bahkan browsing berita-berita terbaru. Ada sih ponsel, tapi tak enak membaca...
  • 5

    Mar

    Permainan Membaca Pemikiran Anak

        Ada satu permainan yang sering saya mainkan bersama anak-anak. Permainan berpikir yang memancing tak hanya tawa geli, tapi mengajari saya untuk memahami anak-anak jauh lebih dalam ke pemikiran mereka yang kadang-kadang sulit dibaca. Kita, sebagai orangtua, seringkali sulit memahami mengapa seorang anak selalu melihat segala sesuatu berbeda dengan orang lain. Padahal, sama seperti kita, anak-anak juga sering tak paham mengapa orangtua mereka berpikir berbeda. Karenanya, saya menciptakan permainan otak ini. Sebagai contoh, saya meminta anak-anak menuliskan keinginan mer...
  • 2

    Mar

    Gadis Kecil Dari Masa Lalu

    Kala ketika sendiri… Ada  saat dimana aku terkenang sesuatu Dada terasa berat, nafas terasa tersendat Sosok gadis kecil itu, dari masa lalu Kutarik nafas dalam-dalam, mengenang hari-hari yang dilewati gadis kecil itu   Ia takut, tapi tak pernah sebutkan Ia kuatir, tapi tak pernah berkata Ia gentar, tapi tak pernah gemetar Semua ia sembunyi jauh di dalam sudut hati, berharap tak satupun orang tahu Tiada beban kala ia bicara, tersenyum, dan tertawa Gadis kecil pemberani dengan mata besar yang selalu ceria   Tak ada yang tahu… Sendiri ia menangis, sepi ia mendesah Rindu pelukan keluarga, yang entah ada dimana Masalah bagian dari hari-harinya, semua ia selesaikan Bingung landa setiap waktunya, semua ia rasakan Dalam kesendirian, tanpa keluh kesah.   Sampai tub
  • 23

    Feb

    Ibu Bekerja, Mereka yang Tersudutkan.

    Sudah lima belas menit sejak pesawat meninggalkan landas pacu Bandara Internasional Soekarno Hatta. Mata yang mengantuk dan tubuh yang lelah akibat lembur mengerjakan presentasi untuk proyek ini selama beberapa hari membuat saya langsung tidur begitu duduk di kursi penumpang. Tak seperti tiga perjalanan internasional sebelumnya, pagi ini saya berangkat terlalu terburu-buru untuk menikmati perjalanan. Mungkin karena mulai terbiasa, anak-anak juga hanya menggumam tak jelas saat dini hari tadi saya berpamitan. Mereka sudah menitipkan oleh-oleh dan foto tempat yang diinginkan semalam, ...
  • 19

    Feb

    Menata Hari Tua Yang Bahagia

      Membangun masa pensiun yang bahagia di hari tua sama seperti membangun sebuah rumah. Pembangunannya memerlukan waktu, rencana dan konsep yang jelas serta sesuai dengan kebutuhan. Tak ada yang bisa menjamin masa depan akan selalu berakhir dengan indah. Apapun pekerjaan seseorang, apapun yang ia lakukan, ketika pondasi masa pensiun tidak dipersiapkan dengan matang, maka semua konsep rencana dan cita-cita tidak akan terwujud.   MEMBUAT KONSEP ‘BAHAGIA’ Konsep bahagia bagi setiap orang tentu berbeda. Seperti memilih model sebuah rumah yang menjadi impian, maka s...
  • 19

    Feb

    Ekspresikan Diri Dengan Sepatu!

      Beberapa tahun terakhir ini saya baru menyadari satu hal, saya s...
  • 14

    Feb

    Kualitas Debat Menentukan Kualitas Pembicara

    Dulu, saya sering heran ketika ada yang berkata, “ah, debatnya kay...
  • 6

    Feb

    Demi Hak Pribadi atau Serakah Belaka?

      Tak ada yang tahu artinya berbahagia memiliki sesuatu, sampai ia memiliki sesuatu itu. Rasa senang dan bahagia itu seperti permen manis yang terus-menerus ingin dirasakan. Tentu dengan mempertahankan kepemilikan, maka diharapkan rasa itu takkan pernah hilang. Tapi ada banyak sekali manusia yang ingin memiliki sesuatu bukan karena sekadar ingin merasakan kebahagiaan belaka. Buat mereka, memiliki tanah atau properti adalah bagian dari kebutuhan yang wajib dipenuhi untuk melindungi keluarganya. Kebahagiaan bukan karena memilikinya, tapi karena fungsinya membuat sumber kebahagiaan mereka terlindungi dengan baik dan s...
- Next

KONTAK

BUNDA IIN AJID

Blogger, Istri Aa Ajid,
Emak si Trio - Kakak (15), Abang (12) & Adek (8).
Penyuka merah, ungu dan pink
Blog lainnya: Catatan Bunda Iin
& Buku Cerita Online Iin Ajid



Ikuti Bunda Iin

MEDSOS


Instagram

ANGGOTA

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia

Creative Commons License
Catatan Bunda Iin by Bunda Iin is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Based on a work at http://bundaiin.blogdetik.com/.
Permissions beyond the scope of this license may be available at kontak-bunda.